HBH Internasional 2026: NU Bawean Soroti Jalan 'Paving' Lingkar Bawean hingga Nakes
- 12 Apr 2026 20:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NU Bawean menyampaikan tiga sektor utama yang dinilai masih membutuhkan perhatian Pemda Gresik.
- Jalan paving di Bawean disebut telah lama dikeluhkan warga.
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Nahdlatul Ulama (NU) Bawean menyampaikan sejumlah isu strategis terkait pembangunan Pulau Bawean dalam forum Halal Bihalal (HBH) Bawean Internasional 2026, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah penyampaian aspirasi masyarakat Bawean untuk mendorong percepatan pembangunan di 'Pulau Putri'.
Dalam forum tersebut, NU Bawean setidaknya menekankan tiga sektor utama yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Yakni, perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan kualitas tenaga kesehatan dan fasilitas medis, serta pemerataan akses pendidikan bermutu.
Ketua Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bawean, Nanag Qosim, mengungkapkan, bahwa salah satu isu yang paling disorot warga adalah kondisi jalan lingkar Bawean yang memakai paving block (conblock). Saat ini, sebagian besar ruas jalan yang menggunakan paving dinilai kurang memadai untuk menunjang mobilitas masyarakat maupun aktivitas perekonomian.
“Jalan paving di Bawean telah lama dikeluhkan warga karena ban sepeda motor warga cepat menipis. Selain itu, jika terjadi kecelakaan, dampaknya lebih parah dan bisa berakibat fatal, beda dengan aspal,” ujar Nanang.
Karena itu, NU Bawean meminta Pemda Gresik segera mengembalikan infrastruktur jalan lingkar di Bawean agar kembali menggunakan aspal seperti beberapa tahun silam. "Atau, Dinas PU Gresik bisa juga melapisi paving block (conblock) dengan aspal, metode ini umum dilakukan untuk meningkatkan kehalusan permukaan jalan," katanya.
Nanang menegaskan, perbaikan jalan lingkar ini menjadi kebutuhan mendesak. Karena, jalur tersebut merupakan akses utama penghubung antarwilayah se-Pulau Bawean.
Diketahui, jalan lingkar Bawean merupakan akses utama yang menghubungkan antar dusun di dua kecamatan di Pulau Bawsan. Yakni, Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak.
Lebih jauh, Nanang menyebut, salah satu titik yang juga dikeluhkan warga adalah jalanan di pelabuhan Bawean. Di mana, kondisinya rusak parah sehingga membahayakan pengguna jalan.
Padahal, kata dia, jalan tersebut merupakan akses yang paling sering dilalui warga setiap kali mengantar dan menjemput keluarganya. Baim yang hendak berlayar meaupun datang berlayar dari Pulau Jawa.
Selain infrastruktur, NU Bawean juga menyoroti keterbatasan tenaga kesehatan di pulau tersebut. Nanang menilai peningkatan jumlah dan kualitas tenaga medis harus berjalan seiring dengan penguatan fasilitas layanan kesehatan.
Harapannya, agar masyarakat dapat memperoleh layanan yang layak tanpa harus bergantung pada rujukan ke Rumah Sakit di Gresik maupun Surabaya.
Selanjutnya, di bidang pendidikan, NU Bawean menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda Bawean. Hal ini dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang kemajuan ekonomi dan sosial di masa depan.
Melalui forum HBH Bawean Internasional 2026, NU Bawean berharap berbagai aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian pemangku kebijakan terkait. Sekaligus mendorong sinergi antara pemerintah, diaspora, serta masyarakat Bawean untuk mempercepat pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
"Kami menantikan aksi nyata tokoh-tokoh berpengaruh asal Bawean di Jawa agar ikut mendorong Pemda Gresik untuk menjawab berbagai aspirasi warga. Semoga pertemuan HBH di Yogyakarta ini menjadi titik balik bagi perbaikan dan kesejahteraan masyarakat Bawean ke depan," ucap Nanang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....