Yahya Zaini: HBH Bawean Internasional Harus Dimanfaatkan untuk Kemajuan Bawean
- 11 Apr 2026 01:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Keluarga besar masyarakat asal Pulau Bawean akan menggelar Halal Bihalal (HBH) Bawean International 2026 di Yogyakarta selama dua hari, 11 hingga 12 April 2026.
- Yahya Zaini menekankan bahwa, HBH Bawean Internasional merupakan forum penting untuk menyatukan kekuatan sosial, dan ekonomi masyarakat Bawean.
- Diaspora Bawean yang tersebar di berbagai daerah dan negara dinilai memiliki potensi besar dari sisi ekonomi, jaringan, maupun pengalaman.
RRI.CO.ID, Jakarta - Keluarga besar masyarakat asal Pulau Bawean akan menggelar Halal Bihalal (HBH) Bawean International 2026 di Yogyakarta. Agenda berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 11 hingga 12 April 2026.
Kegiatan akan diawali dengan Sarasehan dan Talk Show yang digelar di Grand Tjokro Yogyakarta pada Sabtu (11/4/2026). Selanjutnya, puncak acara Halal Bihalal Internasional dijadwalkan pada Minggu (12/4/2026) pukul 09.00 WIB di Gedung Multi Purpose UIN Sunan Kalijaga.
Ribuan warga perantauan asal Bawean yang tersebar di berbagai daerah hingga mancanegara diperkirakan hadir dalam acara tersebut. Di antaranya perwakilan “orang Boyan” dari Malaysia, Singapura hingga Australia.
Tokoh nasional asal Bawean sekaligus Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi perantau asal Pulau Bawean. Tetapi juga momentum penting untuk menyatukan dan merumuskan langkah strategis bagi kemajuan Pulau Putri--sebutan Pulau Bawean.
Menurutnya, HBH Bawean Internasional di Yogyakarta harus dimanfaatkan sebagai forum konsolidasi gagasan pembangunan. Ia menilai, kegiatan ini memiliki dimensi strategis dalam mendorong pembangunan Bawean sekaligus memperkuat posisi masyarakat Bawean di tingkat nasional.
“HBH Bawean Internasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk merumuskan program-program konkret demi kemajuan Bawean,” kata, YZ panggilan akrab Yahya Zaini di Jakarta, Jumat 10 April 2026.
Ia berharap, pertemuan besar masyarakat Bawean dari berbagai daerah dan luar negeri tersebut dapat melahirkan kolaborasi nyata. Sehingga berdampak langsung bagi pembangunan daerah, peningkatan ekonomi, serta penguatan jaringan diaspora Bawean di berbagai negara.
Menurut Yahya, dari sudut pandang politik dan pembangunan, HBH Bawean Internasional menjadi forum penting untuk menyatukan kekuatan sosial, dan ekonomi masyarakat Bawean. Mengingat, mereka tersebar cukup luas di berbagai wilayah di Tanah Air hingga linta negara.
“Ini bukan sekadar temu kangen. HBH Bawean Internasional punya nilai strategis sebagai forum konsolidasi gagasan dan kepentingan pembangunan Bawean. Di sinilah suara masyarakat bisa dirumuskan secara kolektif,” ujar Yahya.
Politisi senior Golkar ini menyebut, momentum HBH dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Bawean dalam peta pembangunan daerah maupun nasional. Dengan menghadirkan tokoh penting, pengusaha, hingga diaspora, forum ini dinilai membuka peluang advokasi kebijakan yang lebih terarah dan berdampak.
“Kalau dikelola dengan baik, HBH ini bisa menjadi titik tekan politik yang positif—untuk memastikan Bawean tidak tertinggal dalam arus pembangunan,” ucap Yahya. Ia pun menyebut kegiatan HBH berpotensi menjadi ruang strategis untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Bawean di tingkat kebijakan.
Salah satu bentuk konkretnya adalah perumusan rekomendasi bersama. Sebelum kemudian diperjuangkan melalui jalur legislatif maupun eksekutif.
“Harus ada output yang jelas, misalnya rekomendasi terkait infrastruktur, pendidikan, kesehatan, atau ekonomi. Itu yang kemudian kita dorong di DPR maupun ke kementerian terkait,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, HBH Bawean Internasional juga dinilai memiliki dampak signifikan bagi pengusaha Bawean. Forum ini menjadi ajang memperluas jaringan usaha, membuka peluang investasi, hingga menjajaki kolaborasi lintas sektor.
“Pengusaha Bawean bisa bertemu investor, membangun kemitraan, bahkan membuka pasar baru. Ini peluang besar yang tidak boleh dilewatkan,” katanya.
Ia menambahkan, peluang konkret juga terbuka untuk mendorong program ekonomi seperti kemudahan akses permodalan, pelatihan kewirausahaan. Serta promosi produk lokal Bawean ke pasar yang lebih luas.
“Kalau ada sinergi dengan pemerintah dan lembaga keuangan, program seperti akses kredit UMKM atau pelatihan bisnis bisa langsung ditindaklanjuti,” ujarnya. Yahya menekankan dampak HBH harus dirasakan secara luas oleh masyarakat Bawean, bukan hanya kalangan elite atau pengusaha besar.
Karena itu, ia mendorong adanya tindak lanjut konkret agar hasil forum tidak berhenti pada seremoni. “Harus ada tindak lanjut, misalnya pembentukan tim kecil yang mengawal hasil rekomendasi atau program nyata yang langsung menyentuh masyarakat,” katanya.
Ia juga mengatakan, peran pemerintah krusial untuk memastikan pemerataan manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut. Di antaranya, melalui program UMKM, pelatihan kerja, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.
Selain itu, HBH Bawean Internasional disebut sebagai titik temu penting membangun kolaborasi lintas sektor. Yakni, antara pemerintah, swasta, dan komunitas diaspora.
Menurut Yahya, diaspora Bawean yang tersebar di berbagai daerah dan negara memiliki potensi besar dari sisi ekonomi, jaringan, maupun pengalaman. “HBH ini bisa menjadi momentum untuk menghubungkan mereka dengan pembangunan di kampung halaman,” ujar YZ.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....