Tiket Pesawat Bengkulu Jakarta Habis hingga 11 April
- 09 Apr 2026 19:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lonjakan arus balik Lebaran dan libur Paskah membuat tiket pesawat rute Bengkulu–Jakarta habis terjual
- Kondisi ini terjadi hingga 11 April 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pascalibur panjang
- Meski harga tiket naik hingga Rp1,5 juta, minat masyarakat tetap tinggi untuk perjalanan menuju Jakarta
RRI.CO.ID, Bengkulu - Lonjakan arus balik Lebaran dan libur Paskah membuat tiket pesawat rute Bengkulu–Jakarta habis terjual. Kondisi ini terjadi hingga 11 April 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pascalibur panjang.
"Tingginya permintaan ini dampak langsung lonjakan perjalanan udara pasca-libur panjang," kata Haekal, Kamis, 9 April 2026. Ia menjelaskan kapasitas penerbangan terbatas karena lonjakan penumpang terjadi secara bersamaan di berbagai rute.
Meski harga tiket naik hingga Rp1,5 juta, minat masyarakat tetap tinggi untuk perjalanan menuju Jakarta. Bahkan, untuk keberangkatan 12 April 2026 hanya tersisa kursi bisnis dengan harga sekitar Rp3 juta.
Menurut Haekal, kenaikan harga dipengaruhi berkurangnya suplai penerbangan dan melonjaknya harga avtur global. Ia menyebut harga avtur meningkat hingga 67 sampai 70 persen akibat eskalasi konflik geopolitik dunia.
Pemerintah pusat telah menyiapkan langkah mitigasi melalui penyesuaian tarif tiket dan insentif pajak. Penyesuaian tarif berkisar 9 hingga 13 persen dengan dukungan PPN ditanggung pemerintah sebesar 11 persen.
Langkah tersebut diharapkan menjaga konektivitas udara Bengkulu tetap stabil di tengah tekanan biaya energi. Di sisi lain, Citilink direncanakan masuk untuk menambah frekuensi penerbangan menggantikan kekosongan Garuda Indonesia.
Namun, rencana tersebut masih dalam proses perizinan sebelum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Jika seluruh legalitas selesai, tambahan penerbangan diharapkan mampu mengurai kepadatan penumpang.
Sebelumnya, Angkasa Pura II juga menambah 14 penerbangan ekstra menjelang Idulfitri. Penambahan tersebut dilakukan untuk merespons tingginya permintaan perjalanan udara selama masa Lebaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....