Gubernur Bali Minta Kepastian Kelanjutan Proyek Tol Gilimanuk–Mengwi
- 09 Apr 2026 09:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gubernur Bali meminta kepastian kelanjutan proyek Tol Gilimanuk–Mengwi
- Menteri PU menegaskan pembangunan Bali harus dilakukan secara terintegrasi
- Ketidakjelasan proyek membuat pemanfaatan lahan oleh warga menjadi terhambat
RRI.CO.ID, Jakarta — Gubernur Bali Wayan Koster meminta kepastian kelanjutan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti. Koster menilai proyek tersebut penting untuk mendukung konektivitas dan menjawab kebutuhan masyarakat di Bali.
“Jadi kami ditunggu-tunggu oleh masyarakat soal Jalan Tol ini (Gilimanuk-Mengwi) yang sudah lama direncanakan. Namun sampai sekarang belum ada perkembangan yang yang berarti buat kami, sehingga kami jadi malu dengan masyarakat,” kata Koster saat Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Kementerian Perhubungan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 8 April 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada masyarakat di sekitar proyek. Hal ini karena lahan yang telah ditetapkan sebagai trase tol tidak dapat dimanfaatkan oleh warga.
“Sementara lahannya sudah dipenlok (penetapan lokasi). Sehingga masyarakat tidak bisa memanfaatkan lahan yang sudah diterapkan menjadi trase Jalan Tol,” ujarnya.
Koster menegaskan pemerintah daerah membutuhkan kepastian atas kelanjutan proyek tersebut. “Kami mohon kepastian mengenai kelanjutan rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mungui ini,” ucap Koster.
Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan infrastruktur di Bali harus dilakukan secara terintegrasi. Ia menyebut pendekatan sektoral tidak lagi relevan dalam menjawab kompleksitas kebutuhan pembangunan di daerah tersebut.
“Sebagaimana telah terlihat dan disampaikan juga oleh Pak Gubernur, pembangunan di Bali tidak dapat dilihat sektoral. Tetapi harus dibangun melalui suatu sistem yang utuh mencakup perlindungan wilayah, konektivitas, pengelolaan lingkungan, dan dukungan terhadap produktivitas pangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan berbagai langkah penanganan seperti abrasi, banjir, jalan tol, pengelolaan sampah, dan irigasi dilakukan upaya terpadu. “Kami sangat-sangat menyadari bahwa tantangan ini sangat tidak ringan, baik dari sisi teknis, pendanaan, maupun koordinasi lintas sektoral,” kata Dody.
Oleh karena itu, Dody menegaskan sinergi antara pemerintah dan DPR RI menjadi kunci keberhasilan program pembangunan tersebut. Ia memastikan Kementerian PU akan terus mengawal pelaksanaan program agar berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....