Kementerian Perhubungan Siapkan Water Taxi di Bali untuk Kurangi Kemacetan
- 08 Apr 2026 13:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perhubungan menyiapkan water taxi sebagai solusi integrasi transportasi untuk mengurangi kemacetan di Bali, khususnya Badung
- Water taxi akan menghubungkan Bandara Ngurah Rai dan Canggu dengan waktu tempuh sekitar 30 menit, jauh lebih cepat dari jalur darat
- Proyek senilai Rp1,21 triliun ditargetkan berjalan 2026–2027 dengan fokus pada keselamatan melalui pembangunan fasilitas penahan gelombang
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas transportasi di Pulau Bali melalui pengembangan layanan berbasis perairan. Kebijakan tersebut difokuskan pada upaya mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi di kawasan pariwisata.
Dudy menjelaskan rencana pengembangan water taxi sebagai solusi alternatif integrasi moda transportasi darat, laut, dan udara. Program ini ditujukan mengurai kemacetan di Provinsi Bali, terutama wilayah Kabupaten Badung yang padat dengan aktivitas wisata.
“Water taxi merupakan salah satu solusi alternatif dalam mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara. Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Provinsi Bali, khususnya di Kabupaten Badung,” ujarnya
Ia menyebut, water taxi akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu secara efisien. Moda tersebut dinilai ramah lingkungan sekaligus mendukung mobilitas wisatawan serta pertumbuhan sektor pariwisata di Bali.
Menhub mengungkapkan hasil observasi menunjukkan waktu tempuh jalur darat dari bandara menuju Canggu mencapai satu hingga dua jam. Sementara penggunaan water taxi diharapkan memangkas perjalanan menjadi maksimal tiga puluh menit sehingga lebih efisien bagi para wisatawan.
“Berdasarkan observasi lapangan, waktu tempuh jalan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu adalah selama satu sampai dua jam. Sedangkan menggunakan water taxi diharapkan bisa menempuh maksimal selama 30 menit,” ucapnya.
Dudy juga menyampaikan estimasi anggaran investasi awal proyek water taxi mencapai sekitar Rp1,21 triliun. Untuk menjamin keselamatan operasional, diperlukan pembangunan pelabuhan dengan penahan gelombang di beberapa titik strategis.
“Untuk tetap menjamin aspek keselamatan dan keamanan pada perairan yang tergolong ekstrim dibutuhkan layout dengan penahan gelombang atau breakwater. Untuk pelabuhan di Bandara Ngurah Rai atau Pantai Sekeh dan di Canggu di Pantai Berawa,” katanya.
Selain itu, ia menjelaskan timeline proyek dimulai Januari 2026 hingga Juli 2027 dengan keterlibatan PT ASDP sebagai operator. Saat ini proses studi perencanaan masih berlangsung sebelum konstruksi dimulai Agustus 2026 dan dilanjutkan hingga tahap uji coba operasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....