Banjir Luas di Bengkulu, Pakar Minta Masyarakat Lebih Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

  • 08 Apr 2026 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Banjir luas merendam delapan kecamatan di Kota Bengkulu akibat anomali curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
  • Pakar Manajemen Bencana menekankan pentingnya mitigasi berbasis informasi cuaca dari BMKG.
  • Kesadaran masyarakat dalam memantau informasi cuaca masih rendah sehingga meningkatkan risiko dampak banjir.

RRI.CO.ID, Bengkulu - Banjir meluas merendam delapan kecamatan di Kota Bengkulu dalam beberapa hari terakhir. Genangan air terjadi merata dan mengganggu aktivitas masyarakat di berbagai wilayah.

Pakar Manajemen Kebencanaan Geologi UPN Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno, menilai fenomena ini berkaitan dengan curah hujan yang meningkat. Selain itu, menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat dinilai masih perlu ditingkatkan secara menyeluruh.

Eko menyebut, banjir tidak bisa dilepaskan dari faktor cuaca ekstrem. Ia menegaskan hujan tidak bisa dicegah, tetapi bisa diantisipasi.

“Yang penting masyarakat mencermati kapan hujan datang dan seberapa besar intensitasnya,” ujarnya, dalam program Kentongan Pro 3 RRI, Selasa, 7 April 2026. Ia menambahkan, informasi tersebut telah disediakan oleh BMKG melalui berbagai platform.

Menurutnya, banjir bukan sekadar bencana, tetapi ancaman yang bisa dikelola dampaknya. Jika kerugian dapat diminimalkan, masyarakat bisa lebih siap menghadapi kondisi tersebut.

Kesadaran masyarakat untuk memantau informasi cuaca, lanjutnya, masih perlu ditingkatkan. “Padahal, telepon pintar kan sudah dimiliki hampir setiap keluarga di Indonesia,” kata Eko.

Seorang warga, Jhon, mengaku masih sering lalai memperbarui informasi cuaca dari BMKG. “Kalau tidak musim hujan, kami sering tidak peduli dan kalau sudah kejadian (banjir) negini akhirnya kalang kabut,” katanya.

Menanggapi hal itu, Eko mendorong warga memasang aplikasi informasi cuaca. Ia juga meminta masyarakat aktif berbagi informasi kepada lingkungan sekitar.

“Masyarakat bisa mengunduh aplikasi INARISK atau info BMKG untuk memantau perkiraan cuaca. Setelah itu diseting sesuai daerah tempat tinggalnya masing-masing,” kata Eko.

INARISK adalah aplikasi resmi dari BNPB untuk memetakan risiko bencana di wilayah Indonesia. Aplikasi ini menampilkan data bahaya, kesiapsiagaan, dan rekomendasi aksi untuk antisipasi bencana berdasarkan lokasi pengguna.

Sebelumnya, banjir melanda Kota Bengkulu pada Senin, 6 April 2026, akibat hujan ekstrem berkepanjangan. Data BPBD Kota Bengkulu mencatat 2.717 kepala keluarga atau 10.868 jiwa terdampak.

Genangan air masih merendam permukiman dengan ketinggian bervariasi di sejumlah titik. Bencana ini membuat aktivitas warga terganggu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....