Said Aqil Didik Remaja Tangerang Sayangi Masjid dan Nasionalisme
- 07 Apr 2026 17:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Umum PBNU periode 2010–2021 sekaligus Mustasyar PBNU KH Said Aqil Sirodj mendidik remaja Kabupaten Tangerang menyayangi masjid dan nasionalisme
- Rangkaian Halal bi Halal dan Pengajian Akbar DKM Masjid Birru Al-Furqon Grand Catania Citra Raya
RRI.CO.ID, Tangerang - Ketua Umum PBNU periode 2010–2021 sekaligus Mustasyar PBNU KH Said Aqil Sirodj mendidik remaja Kabupaten Tangerang menyayangi masjid. Kegiatan ini rangkaian Halal bi Halal dan Pengajian Akbar DKM Masjid Birru Al-Furqon Grand Catania Citra Raya.
Said Aqil mengatakan empat sumber hukum Islam utama, yaitu Al-Qur'an (wahyu Allah), hadist/sunnah (perkataan/perbuatan Nabi Muhammad SAW), Ijma' (konsensus ulama) dan Qiyas
(analogi hukum). Al-Qur'an dan Hadis adalah sumber primer, sedangkan Ijma' dan Qiyas adalah sumber sekunder (ijtihad) untuk masalah kontemporer.
"Umat Islam tidak cukup hanya memahami Al-Qur'an dan Hadist saja, namun pemahaman berkaitan Ijma dan Qiyas juga sangat penting. Hal ini untuk mendapatkan pemahaman Islam yang komprehensif, autentik dan relevan dengan perkembangan zaman," ujarnya, Selasa 7 April 2026.
Ke-empatnya, sambung Said Aqil, merupakan sumber hukum Islam utama (muttafaq) yang menjamin kebenaran akidah, hukum, serta panduan praktis kehidupan. Guna menghindari pemahaman yang dangkal atau salah dalam menafsirkan agama.
Said Aqil juga mengingatkan kepada jamaah dan masyarakat khususnya pemuda, bahwa sesuai pesan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, nasionalisme tak boleh dibenturkan dengan agama. Tetapi harus berjalan seiring dan sesama anak bangsa bangsa dan setanah air adalah satu saudara yang tidak boleh saling bermusuhan.
Said Aqil menyampaikan dalam momen ini menegaskan peran besar ulama dan kiai pesantren dalam merawat ke-Indonesiaan. Menjelaskan peran krusial dari KH. Wahid Hasyim dalam sejarah Pancasila, khususnya dalam menjembatani kepentingan umat Islam dan persatuan bangsa.
"Khusus terkait perubahan sila pertama Piagam Jakarta (Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya, Red) menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini adalah wujud ijtihad kebangsaan yang sangat mendalam," ucapnya.
Said Aqil menerangkan bagaimana Resolusi Jihad menjadi landasan
teologis-politis yang mempersatukan semangat keagamaan dan kebangsaan (Hubbul Wathon Minal Iman). Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy'ari bersama para ulama Nahdlatul Ulama (NU), 22 Oktober 1945 adalah fatwa.
"Fatwa ini yang menegaskan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah
jihad fi sabilillah dan melawan penjajah adalah fardhu 'ain (kewajiban individu, Red) bagi umat Islam. Dampak dari Fatwa ini membakar semangat para santri dan rakyat untuk bertempur, menjadi penggerak utama perlawanan dahsyat yang puncaknya terjadi pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya," kata Said Aqil.
Sehingga, lanjutnya, setiap 22
Oktober kini diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Hal itu untuk mengenang peran besar kiai dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan.
Ketua DKM Masjid Birru Al Furqon, Mujianto menyampaikan rangkaian acara bertajuk “Lebaran 1447 H bersama Masjid
Birru”. Berisi agenda yang menguatkan nilai keagamaan dari fungsi masjid sebagai Baitulloh, Baitul Quran, Baitul Tarbiyah, Baitul Muamalah dan Baitud Dakwah.
“Fungsi Masjid sebagai Baitulloh, dengan membuka agenda rangkaian Halal bi Halal
dengan Sholat Subuh Berjamaah. Dilanjutkan dengan pembacaan Qotmil Quran 30 Juzz sebagai Baitul Quran nya Masjid oleh para Jamaah," ujarnya.
Kemudian, adanya pasar murah
UMKM oleh jamaah dan warga dalam agenda ini juga menguatkan fungsi Masjid
sebagai Baitul Muamalah. Terpenting untuk mendidik para remaja mencintai masjid dan gemar dengan agenda masjid
"Maka dalam agenda Halal bi Halal ini juga diadakan Lomba Festival Hadroh yang banyak diikuti oleh remaja. Agenda
puncaknya adalah fungsi masjid sebagai Baitud Dakwah dengan mengadakan ngaji bareng Buya Said Aqil Siradj," kata dia.
Ketua Forum DKM Se Citra Raya, Agus Kuswanto Maarif menyampaikkan agenda ngaji bareng bersama Kyai Said Aqil Siradj ini menjadi momentum silaturahmi. Sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan bagi para Ketua DKM dan jamaah masjid diwilayah Citra Raya Tangerang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....