Cuaca Ekstrem Mengancam Tangerang Raya 7-8 April 2026

  • 06 Apr 2026 23:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ancaman cuaca ektrem terus membayangi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangerang Raya) hingga 7-8 April 2026
  • Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diwilayah Tangerang Raya terkait cuaca ekstrem

RI.CO.ID, Tangerang - Ancaman cuaca ektrem terus membayangi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan (Tangerang Raya) hingga 7-8 April 2026. Hal tersebut berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II Hartanto mengatakan angin kencang dan hujan lebat yang melanda wilayah Tangerang Raya dipicu peralihan dominasi monsun Asia ke monsun Australia. Peralihan musim memicu terbentuknya pola sirkulasi udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

"Peralihan dominasi monsun Asia menjadi monsun Australia memicu terbentuknya pola sirkulasi dan konvergensi. Kondisi ini balal berlangsung hingga dua hari kedepan,” ujar Hartanto, dalam keterangannya, Senin, 6 April 2026.

R

Selain itu, lanjut dia, perlambatan angin dan pemanasan pada siang hari turut memperkuat pertumbuhan awan hujan di wilayah Banten, terutama di Tangerang Raya. Dalam tiga hari terakhir, BMKG mencatat curah hujan diwilayah Banten berada pada kategori ringan hingga sangat lebat.

Hujan sangat lebat tercatat terjadi pada 4 April 2026 di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, dengan curah hujan mencapai 105 milimeter per hari. Kondisi atmosfer tersebut masih berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang dalam beberapa hari mendatang.

Sementara pada 7 April 2026, diprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di Kabupaten Tangerang bagian tengah dan selatan, Kota Tangerang, serta Kota Tangerang Selatan. Kemudian pada 8 April 2026, intensitas hujan diprediksi meningkat menjadi lebat hingga sangat lebat di Tangerang Raya.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Warga juga diminta mewaspadai kemungkinan pohon tumbang, baliho roboh, genangan air, hingga sambaran petir.

"Masyarakat diimbau menghindari berteduh dibawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh. Sekaligus membatasi aktivitas diruang terbuka saat hujan disertai petir dan angin kencang," ujarnya.

Diketahui, sebanyak 512 kepala keluarga (KK) dengan total 1.675 warga Tigaraksa, Kabupaten Tangerang terdampak banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terpaksa mengevakuasi korban melalui atap rumah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan, anggota Pos Balaraja menerima laporan dari Pushdalop adanya warga terjebak banjir di dalam gudang. Lokasi berada di vKampung Cogrek, PT Citra Prima Indokencana, Tigaraksa.

"Kami langsung melakukan langkah evakuasi para warga terdampak banjir. Evakuasinya melalui atap, karena ketinggian air hampir mencapai atap," ujarnya, Senin 6 April 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....