Banjir Kabupaten Tangerang, 1.675 Jiwa Dievakuasi Melalui Atap
- 06 Apr 2026 21:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebanyak 512 kepala keluarga (KK) dengan total 1.675 warga Tigaraksa, Kabupaten Tangerang terdampak banjir
- BPBD Kabupaten Tangerang mengevakuasi warga terjebak banjir melalui atap
RRI.CO.ID, Tangerang - Sebanyak 512 kepala keluarga (KK) dengan total 1.675 warga Tigaraksa, Kabupaten Tangerang terdampak banjir. Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terpaksa mengevakuasi korban melalui atap rumah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan anggota Pos Balaraja menerima laporan dari Pushdalop adanya warga terjebak banjir didalam gudang. Lokasi berada di Kampung Cogrek, PT Citra Prima Indokencana, Tigaraksa.
"Kami langsung melakukan langkah evakuasi para warga terdampak banjir. Evakuasinya melalui atap, karena ketinggian air hampir mencapai atap," ujarnya, Senin 6 April 2026.
Dia mengatakan evakuasi yang dilakukan tidak hanya terhadap warga dewasa, namun juga anak-anak. "Pelapor warga terjebak banjir bernama Abdul Aziz," kata dia.
Camat Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Cucu Abdul Rosied mengaku banjir akibat cuaca ekstrem hingga sungai-sungai diwilayah tersebut meluap. "Selama dua hari ini yang memang kita sangat rasakan, baik di hari Minggu maupun hari Senin, ada 512 KK dengan jumlah1.675 jiwa," ucapnya.
Cucu menjelaskan dari total 1.675 jiwa yang terkena dampak banjir berada di tujuh desa/kelurahan. Mulai Desa Margasari, Kelurahan Kadu Agung, Desa Matagara, Desa Pasir Nangka, Desa Pasir Bolang, Desa Cisereh dan Desa Pematang.
Dimana, lanjutnya, dari ke tujuh desa ini secara umum terdampak akibat luapan sungai yang mengelilingi kawasan desa tersebut. "Luapan Sungai Cimanceuri, Cipayaeun dan anak Sungai Ciranjeuen yang mengakibatkan tujuh desa di delapan titik terdampak," ujarnya.
Menurutnya, sebagian wilayah desa yang terdampak banjir mencapai 1,5 meter. "Rata-rata ketinggian air terpantau sampai hari ini antara 40 sentimeter, 80 sentimeter hingga 1,5 meter," ucapnya.
Dia juga menambahkan, selain permukiman warga, banjir juga telah berdampak dengan menutup terhadap akses jalan umum disejumlah titik lokasi.
"Akses yang terputus itu ada di kawasan industri seperti di kawasan Olek yang kerap dilintasi kendaraan bertonase besar," kata Cucu.
Dalam hal ini, kata Cucu, pemerintah daerah khususnya Kecamatan Tigaraksa tengah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait untuk melaporkan situasi kebencanaan yang melanda daerahnya. Terlebih, dalam pelaporan penanganan sejumlah titik tanggul sungai yang mengalami jebol akibat luapan sungai, sehingga ke depan bisa segera dilakukan perbaikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....