Banjir Melanda Demak, Jateng Sebabkan 583 Orang Mengungsi

  • 04 Apr 2026 01:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID: Bencana banjir melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah mulai Jumat pagi 3 April 2026 . Sebanyak 583 jiwa mengungsi di sejumlah titik pengungsian dan satu warga dilaporkan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, peristiwa ini dipicu hujan lebat di wilayah hulu. Dàlam siaran pers BNPB menyebutkan, akibat hujan lebat ini tanggul di Dukuh Solowere dan Dukuh Selodoko jebol.

"Air meluap dan merendam permukiman warga," kata Abdul Muhari. Wilayah yang terdampak mencakup delapan desa di empat kecamatan Kabupaten Demak

Rincianya sbb: Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turirejo, dan Sumberejo, Kecamatan Guntur dan Ploso, Kecamatan Karangtengah. Selain itu juga di Desa Lempuyang, Kecamatan Wonosalam serta Solowire dan Sarimulyo, Kecamatan Kebonagung.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 1.070 kepala keluarga atau 4.280 jiwa terdampak dan sebanyak 583 warga mengungsi. Lokasi pengungsian meliputi: Masjid Babu Rohim dan Mushola Dukuh Solondoko, Masjid Rodhotul Janah dan Mushola di Dukuh Solowere. Lokasi pengungsian juga ada di Balai Desa Telogorejo, Koperasi Merah Putih Desa Bumiharjo, serta Kantor Kecamatan Guntur.

Di antara para pengungsi, terdapat beberapa warga yang membutuhkan penanganan kesehatan. Banjir juga merendam 1.230 unit rumah, empat rumah rusak berat.

Fasilitas pendidikan yang terdampak sebanyak 10 unit dan fasilitas ibadah 15 unit. Sementara itu, sekitar 194 hektare lahan sawah ikut terendam.

BPBD Kabupaten Demak bersama unsur terkait melakukan berbagai upaya penanganan darurat termasuk layanan kesehatan pengungsi. Selain itu, dilakukan pula distribusi karung pasir untuk penguatan tanggul sementara, dan pencarian terhadap warga yang hilang.

Hingga kini, kondisi air masih terpantau tinggi dan proses evakuasi warga masih berlangsung. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Kondisi tanggul masih jebol dan debit air yang masih tinggi. Sedang dilakukan penguatan tanggul di beberapa titik aliran Sungai Tuntang menjadi prioritas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....