Sinergi NU Care-LAZISNU dan Paragon Bangkitkan Pendidikan Pascabanjir

  • 03 Agt 2026 00:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bantuan diprioritaskan bagi masyarakat terdampak banjir melalui pemulihan fasilitas pendidikan dan sarana ibadah
  • Bantuan tersebut meningkatkan semangat belajar setelah bangunan mengalami kerusakan akibat banjir
  • Program itu memperkuat dukungan sosial sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana

RRI.CO.ID, Padang – NU Care-LAZISNU PBNU bersama PT Paragon Technology and Innovation mempercepat pemulihan pendidikan pascabanjir di Aceh dan Sumatra. Program tersebut menyasar pesantren, madrasah, masjid, serta mushala yang terdampak bencana agar kembali berfungsi optimal.

Penyaluran bantuan berlangsung sejak Mei hingga 1 Agustus 2026 di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Sumatra Barat. Program tersebut menjadi bagian pemulihan aktivitas belajar serta ibadah masyarakat setelah banjir melanda sejumlah wilayah.

Wakil Direktur Fundraising, Humas, dan IT NU Care-LAZISNU PBNU, Anik Rifqoh mengatakan kolaborasi dijalankan bersama Paragon Corp. Bantuan diprioritaskan bagi masyarakat terdampak banjir melalui pemulihan fasilitas pendidikan dan sarana ibadah.

"Program bantuan kemanusiaan diprioritaskan bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh dan Sumatra," kata Anik, Minggu, 2 Agustus 2026. Ia menambahkan penyaluran bantuan telah dimulai sejak Ramadan melalui distribusi paket sembako.

Program tersebut menyasar dayah, pesantren, madrasah, masjid, dan mushala yang mengalami kerusakan akibat banjir. Pemulihan diharapkan mempercepat kembalinya kegiatan belajar serta ibadah masyarakat setempat.

Di Aceh Tamiang, bantuan renovasi disalurkan kepada Dayah Asy Syafiiyah Al Aziziyah dan MTsN 1 Aceh Tamiang. Bantuan perlengkapan sekolah juga diberikan kepada MIN 2 serta MIN 7 Aceh Tamiang.

Di Aceh Utara, program Masjid Bangkit diwujudkan melalui renovasi masjid di Dayah Darul Aman. Bantuan perlengkapan ibadah juga disalurkan kepada Dayah Ashabul Yamin untuk mendukung aktivitas keagamaan santri.

Pengurus LAZISNU PBNU, Muhammad Iqbal Luthfi menilai kepedulian terhadap pesantren merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, pesantren menjadi pusat pendidikan Islam sekaligus tempat pembinaan akhlak generasi muda.

"Ketika dayah terdampak bencana, sudah menjadi tanggung jawab bersama membantu pemulihan pendidikan dan ibadah," ujarnya. Ia menegaskan seluruh bantuan berasal dari amanah para donatur melalui NU Care-LAZISNU PBNU.

Di Sumatra Barat, bantuan difokuskan pada renovasi ruang kelas Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah Batang Kabung di Padang. Program Masjid Bangkit juga menyasar Surau Taluak Kayu Tanam di Kabupaten Padang Pariaman.

Pemulihan dilakukan setelah banjir akibat luapan Sungai Batang Anai merusak fasilitas pendidikan dan ibadah masyarakat. Renovasi diharapkan mempercepat kembalinya aktivitas belajar, beribadah, dan kegiatan sosial warga.

Kepala MTs Batang Kabung, Irwanto mengapresiasi rehabilitasi madrasah beserta bantuan perlengkapan belajar bagi para santri. Menurutnya, bantuan tersebut meningkatkan semangat belajar setelah bangunan mengalami kerusakan akibat banjir.

"Anak-anak menerima perlengkapan sekolah sehingga semakin termotivasi belajar dengan kondisi bangunan yang lebih baik. Semoga, kegiatan pendidikan kembali berjalan normal setelah proses rehabilitasi selesai," ujarnya.

Ucapan syukur juga disampaikan siswa MIN 7 Aceh Tamiang bernama Uta setelah menerima tas sekolah baru. "Terima kasih untuk tas sekolahnya, sehingga saya bisa sekolah lagi," ujarnya.

Sebelumnya, NU Care-LAZISNU bersama Paragon Corp menyalurkan seribu paket sembako pada Ramadan 2026. Bantuan tersebut menjangkau Aceh, Sumatra Barat, Lampung, Jawa Tengah, serta DKI Jakarta.

Memasuki Muharam 1448 Hijriah, santunan diberikan kepada anak yatim dan keluarga duafa di wilayah terdampak banjir. Program itu memperkuat dukungan sosial sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana.

Anik berharap sinergi bersama Paragon terus berlanjut untuk memperluas manfaat bagi masyarakat Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat ketahanan masyarakat melalui pendidikan, ibadah, dan pemberdayaan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....