Dampak Gempa M7,6, BNPB Catat 190 Rumah Rusak dan 355 Warga Mengungsi

  • 03 Apr 2026 16:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kerusakan dampak gempa meliputi rumah, fasilitas umum, hingga perkantoran di Sulut dan Malut
  • BNPB mencatat 190 rumah rusak dan 355 warga mengungsi akibat gempa M7,6
  • Satu warga meninggal di Manado dan satu orang luka ringan di Minahasa

RRI.CO.ID, Jakarta —BNPB mencatat dampak gempa magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis, 2 April 2026. Data sementara menunjukkan sebanyak 190 rumah mengalami kerusakan dan 355 jiwa warga mengungsi.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat, 3 April 2026 siang, gempa juga menimbulkan korban. Sebanyak satu orang dilaporkan meninggal dunia di Kota Manado dan satu orang lainnya mengalami luka ringan di Kabupaten Minahasa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut sejumlah fasilitas turut terdampak di Sulawesi Utara. Ia juga menjelaskan dampak kerusakan tidak hanya terjadi pada permukiman, tetapi juga fasilitas umum dan perkantoran.

“Di Sulawesi Utara terdapat 1 unit hotel, 5 kantor, dan 1 fasilitas umum (Gedung KONI) terdampak di Kota Manado. Di Kabupaten Minahasa, tercatat 17 rumah, 1 kantor pemerintahan, 2 fasilitas ibadah, dan 1 akses jalan terdampak,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Jumat, 3 April 2026.

Di Maluku Utara BNPB mencatat sebanyak 134 kepala keluarga (KK) terdampak di Kota Ternate, dan tujuh KK di Halmahera Tengah. Sementara, di Halmahera Barat terdapat lima KK dan sebanyak dua KK di Halmahera Selatan.

Selain itu, ratusan warga di Kota Tidore Kepulauan terpaksa mengungsi akibat gempa. Jumlah pengungsi tercatat mencapai 355 jiwa yang tersebar di sejumlah titik pengungsian.

Kerusakan bangunan paling banyak terjadi di Kota Ternate dengan rincian 32 rumah rusak berat, 36 rusak sedang, dan 66 rusak ringan. Selain itu, terdapat enam fasilitas ibadah yang turut terdampak akibat gempa tersebut.

Di wilayah lain, Kota Tidore Kepulauan mencatat 25 rumah rusak ringan serta lima fasilitas ibadah dan satu fasilitas umum terdampak. Sementara itu, di Halmahera Selatan terdapat dua rumah rusak sedang, satu fasilitas pendidikan, dan satu jembatan yang mengalami kerusakan.

BNPB juga mencatat kerusakan di Halmahera Tengah terdapat dua rumah rusak berat dan lima rumah rusak sedang. Sedangkan di Halmahera Barat tercatat lima rumah mengalami kerusakan ringan.

Muhari menambahkan, BPBD setempat saat ini masih melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak. Proses pendataan dan penanganan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....