Menteri PU: Gempa Magnitudo 7,6 Berdampak pada Infrastruktur di Sulut dan Gorontalo

  • 02 Apr 2026 16:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PU Dody Hanggodo menyebut gempa M7,6 berdampak pada infrastruktur di Sulut dan Gorontalo
  • Kerusakan terjadi pada jalan, longsor, dan fasilitas perkantoran pemerintah pascagempa
  • Kementerian PU memprioritaskan penanganan darurat untuk menjaga kelancaran logistik dan mobilitas

RRI.CO.ID, Jakarta — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, gempa magnitudo 7,6 berdampak pada infrastruktur di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Menurutnya, kerusakan dilaporkan terjadi pada sejumlah ruas jalan, sementara fasilitas perkantoran pemerintah turut terdampak.

Dody mengatakan, kondisi jalan dan jembatan di Minahasa Utara dan Bitung masih aman dilalui. Namun, kerusakan terjadi pada kantor Kementerian PU di wilayah Maluku Utara.

Menurutnya, seluruh kaca bangunan kantor di Maluku Utara pecah akibat guncangan gempa. Kondisi ini membuat sebagian pegawai terpaksa menjalankan pekerjaan dari rumah atau work from home (WFH).

"Untuk Minahasa Utara dan Bitung, jalan dan jembatan masih aman, terus kantor kami di Maluku Utara semua kaca pecah. Jadi, hari ini teman-teman di Balai Jalan Nasional Maluku Utara sedang work from home," ujar Menteri Dody di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Kamis, 2 April 2026.

Selain itu, lanjut dia, dampak gempa juga terjadi di wilayah Gorontalo. Ia mengatakan, beberapa ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan serta longsor di sejumlah titik.

Pemerintah saat ini tengah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisik (BMKG), BPBD, dan Basarnas untuk percepatan penanganan. Langkah ini dilakukan agar dampak kerusakan dapat segera ditangani.

Ia memastikan, pemerintah akan mengambil langkah darurat jika ditemukan kerusakan lanjutan. Salah satunya dengan membangun jembatan sementara di lokasi terdampak agar arus logistik dan pergerakan masyarakat tidak terganggu.

Adapun penanganan darurat menjadi prioritas utama dalam kondisi saat ini. Sementara pembangunan infrastruktur permanen akan dilakukan setelah situasi dinilai aman.

“Supaya arus logistik, tidak terganggu, dan kalau memang diperlukan nanti berikutnya kita akan bikin yang lebih permanen. Tapi sementara waktu, kita kejar dulu supaya arus pergerakan manusia atau logistik tidak terganggu,” katanya.

Gempa yang berkekuatan magnitudo 7,6 terjadi berpusat di laut yang lokasinya berada sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara. Guncangan gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah Maluku Utara dan Gorontalo.

Adapun daerah yang terdampak antara lain Ternate, Tidore Kepulauan, hingga Halmahera Barat. Selain itu, getaran kuat sempat memicu kepanikan warga, terutama di kawasan pesisir yang rawan tsunami.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....