Badan Geologi Kementerian ESDM Ungkap Detail Gempa M7,3 Sulawesi Utara
- 02 Apr 2026 14:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian ESDM mengungkap detail gempa M7,3 di Laut Maluku, termasuk lokasi, kedalaman, serta wilayah yang merasakan guncangan
- ESDM mencatat intensitas gempa di beberapa gunung api serta dua gempa susulan berkekuatan M5,5 dan M5,2
- Tsunami terpantau di sejumlah wilayah dengan ketinggian berbeda, masyarakat diimbau waspada dan menjauhi kawasan pantai
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian ESDM melaporkan gempa bumi berkekuatan M7,3 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis pagi, 2 April 2026. Guncangan berpotensi tsunami tersebut turut dirasakan hingga Ternate, Manado, Gorontalo, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara.
"Pada 2 April 2026 pukul 05.48.14 WIB telah terjadi gempa bumi di perairan Laut Maluku, dengan pusat gempa di 1,21 LU-126,25 BT. Berdasarkan informasi BMKG, gempa ini memiliki magnitudo M7,3 pada kedalaman 18 km,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria di Bandung, Kamis, 2 April 2026.
Ia menyebutkan guncangan gempa terekam di Pos PGA Dukono dan Ambang dengan intensitas skala III MMI. Lana menambahkan Karangetang berada pada skala III-IV MMI, serta Tangkoko dan Mahawu mencapai skala IV-V MMI.
“Guncangannya terekam di Pos PGA Dukono dan Ambang pada skala III MMI. Karangetang pada skala III-IV MMI, serta Tangkoko dan Mahawu pada skala IV-V MMI," ujarnya.
Ia menjelaskan setelah gempa utama terjadi, gempa susulan tercatat pada pukul 06.07.23 WIB. Gempa susulan tersebut terjadi di koordinat 1,15 LU-126,47 BT dengan magnitudo M5,5 dan kedalaman 10 km.
Beberapa menit kemudian, gempa susulan kembali terjadi pada pukul 06.12.34 WIB. Gempa susulan kedua terjadi di koordinat 1,23 LU-126,33 BT dengan magnitudo M5,2 dan kedalaman 27 km.
Menurut Lana, jumlah gempa susulan masih berpotensi terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan. Ia juga menegaskan gempa tersebut memicu tsunami di sejumlah wilayah dengan tinggi gelombang berbeda.
Tsunami tercatat setinggi 75 cm di Minahasa Utara serta 68 cm di Belang. Selain itu, wilayah lain seperti Bitung, Gita, Bumbulan, Halmahera Barat, dan Sidangoli juga terdampak gelombang tsunami.
Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti arahan petugas BPBD setempat, serta memantau informasi resmi. Warga juga diminta mewaspadai gempa susulan dan sementara menjauhi kawasan pantai hingga dinyatakan aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....