Puluhan Rumah Terdampak Banjir di Banggai Morowali Sulteng

  • 02 Apr 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Banjir akibat hujan deras merendam puluhan rumah warga di Sulawesi Tengah
  • Curah hujan tinggi di wilayah pegunungan memicu meluapnya sungai dan genangan permukiman
  • Dampak banjir dirasakan warga di sejumlah desa dan kecamatan terdampak

RRI.CO.ID, Palu - Banjir akibat hujan deras merendam puluhan rumah warga di Sulawesi Tengah. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Banggai dan Morowali pada Rabu, 1 Maret 2026.

Curah hujan tinggi di wilayah pegunungan memicu meluapnya sungai dan genangan permukiman. Dampak banjir dirasakan warga di sejumlah desa dan kecamatan terdampak.

“Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto, Kamis, 2 April 2026. Dia menyebut dua wilayah terdampak utama.

Di Kabupaten Banggai, banjir terjadi di Kecamatan Balantak Utara. Lokasi terdampak berada di Desa Pangkalaseang Baru dan Desa Pangkalaseang.

Di Desa Pangkalaseang Baru, banjir merendam dua dusun dengan total 10 rumah terdampak. Sebanyak 36 jiwa terdampak, terdiri dari lansia dan balita.

Dusun I mencatat delapan rumah terdampak dengan 30 jiwa. Sementara Dusun II terdapat dua rumah terdampak dengan enam jiwa.

Di Desa Pangkalaseang, banjir meluas ke Dusun II dan Dusun III. Sebanyak 42 rumah terdampak dengan total 130 jiwa.

Dusun II mencatat 17 rumah terdampak dengan 45 jiwa. Sedangkan Dusun III terdapat 25 rumah terdampak dengan 85 jiwa.

Sementara itu di Kabupaten Morowali, banjir terjadi di Kecamatan Bungku Tengah. Wilayah terdampak meliputi Desa Tofuti dan Kelurahan Mendui.

Di Desa Tofuti, sebanyak 12 rumah warga terendam, termasuk asrama polisi. Sedangkan di Kelurahan Mendui, 13 rumah dan satu SMA terdampak.

Berdasarkan laporan sementara, tidak ada korban jiwa maupun pengungsi. Kondisi ini menunjukkan dampak banjir masih dapat dikendalikan.

BPBD bersama Pusdalops telah melakukan asesmen dan koordinasi penanganan. Langkah lanjutan difokuskan pada penanganan cepat di lokasi terdampak.

Kebutuhan mendesak meliputi normalisasi sungai dan pembangunan drainase. Termasuk pemasangan bronjong atau talud untuk mencegah banjir susulan.

Bantuan logistik juga dibutuhkan warga di Desa Pangkalaseang Baru. Kebutuhan meliputi selimut, alas tidur, dan bahan pangan.

Saat ini kondisi wilayah terdampak dilaporkan mulai berangsur kondusif. Air telah surut setelah hujan berhenti di sebagian besar wilayah.

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....