Ratusan Warga Korban Banjir Sungai Batang Agam Sudah Kembali ke Rumah

  • 02 Apr 2026 15:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Warga yang sempat mengungsi akibat banjir di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam telah kembali ke rumah.
  • BPBD Agam mencatat sebanyak 100 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa sebelumnya mengungsi setelah banjir melanda wilayah tersebut pada Rabu (1/4) sore.

RRI.CO.ID, Lubuk Basung - Seluruh warga yang sempat mengungsi akibat banjir di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam telah kembali ke rumah, Kamis 2 April 2026. Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan, sebanyak 100 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa sebelumnya mengungsi setelah banjir melanda wilayah tersebut pada Rabu (1/4) sore.

Mereka antara lain mengungsi ke rumah warga dan para kerabat. “100 KK sudah kembali ke rumahnya setelah banjir menyusut pada Kamis pagi,” ujarnya, Kamis, 2 April 2026.

Banjir terjadi akibat luapan Sungai Batang Kumayo yang dipicu curah hujan tinggi. Kondisi sungai yang mengalami pendangkalan sejak banjir bandang pada akhir November 2025 menjadi faktor utama terjadinya banjir berulang di kawasan tersebut.

“Ini merupakan bencana banjir berulang apabila curah hujan cukup tinggi, setelah badan sungai terjadi pendangkalan,” kata Rahmat. Dalam kejadian tersebut, sedikitnya 10 rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter.

Selain itu, banjir juga menjebol dinding TK Labuah di Kecamatan Tanjung Raya hingga mengalami kerusakan ringan. BPBD menyebut Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang sebelumnya telah melakukan normalisasi sungai pada akhir 2025 sebagai langkah mitigasi.

Namun upaya tersebut dinilai masih bersifat sementara karena material bebatuan dari hulu sungai dapat kembali turun saat hujan deras. Sehingga menyebabkan pendangkalan kembali terjadi.

Untuk mencegah banjir berulang, Pemerintah Kabupaten Agam kini mengusulkan pembangunan sabo dam di hulu sungai kepada BWS Sumatera V Padang. “Kami telah mengusulkan pembangunan sabo dam agar material tidak turun dan wilayah sepanjang sungai lebih aman dari banjir,” ucap Rahmat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....