Banjir di Beji Pasuruan Mulai Surut namun Dampak Meluas

  • 26 Mar 2026 15:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Banjir masih menggenangi wilayah Beji di Pasuruan, Jawa Timur hingga kini. Peristiwa ini dipicu cuaca ekstrem sejak Selasa, 26 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD, Sugeng Hariyadi mengatakan, kondisi air mulai surut. Namun beberapa wilayah masih tergenang cukup parah.

"Wilayah terdampak paling parah berada di Kecamatan Beji, tepatnya di Desa Kedungringin dan Desa Kedungboto," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, saat berbincang dengan Pro3 RRI, Kamis, 26 Maret 2026.

Ia menyebut desa terdampak terparah berada di Kecamatan Beji. “Air mulai surut, tetapi daerah langganan banjir masih tergenang,” ujarnya.

Wilayah paling terdampak meliputi Desa Kedungringin dan Kedungboto. Ketinggian air mencapai 60 sentimeter hingga satu meter.

Sugeng menyebut banjir kali ini termasuk yang terparah. Dampaknya dirasakan pada permukiman hingga infrastruktur.

Lapisan jalan dilaporkan mengelupas karena terbawa air. “Sejumlah jalan mengalami kerusakan berat akibat tergerus arus,” katanya.

Diketahui, Walikota Pasuruan, Adi Wibowo menyambangi para pengungsi banjir di beberapa wilayah kelurahan, Rabu, 25 Maret 2026. Menurutnya, banjir kali ini sungguh mengagetkan warga Kota Pasuruan.

"Saya juga kaget pas mendapat informasi. Bahwa banjir besar terjadi sampai masuk wilayah kota pasuruan," kata Adi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....