Puasa Syawal Dimulai Kapan? Simak Waktu Pelaksanaan dan Keutamaannya
- 24 Mar 2026 09:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Puasa Syawal sudah dapat dimulai dari 22 Maret 2026 atau 2 Syawal 1447 Hijriah
- Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari selama bulan Syawal
- Puasa Syawal memiliki keutamaan besar, termasuk pahala setara setahun dan menjaga konsistensi ibadah
RRI.CO.ID, Jakarta - Puasa Syawal merupakan amalan sunah yang dianjurkan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah Ramadan. Ibadah ini dilakukan selama enam hari pada bulan Syawal sebagai bentuk kelanjutan ibadah setelah Idulfitri.
Pada tahun ini, pemerintah telah menetapkan sebelumnya 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026. Dengan demikian, puasa Syawal dapat mulai dilaksanakan pada 2 Syawal atau 22 Maret 2026.
Puasa Syawal ini berlangsung selama enam hari dalam bulan Syawal. Ibadah ini tidak harus dilakukan berturut-turut, sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing selama masih berada di bulan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, niat menjadi bagian penting sebagai syarat sah dalam menjalankan ibadah puasa sunah Syawal. Niat dapat dilakukan sejak malam hari atau pagi hari sebelum waktu zawal (matahari tergelincir) selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Berikut bacaan niat puasa Syawal:
“Nawaitu shauma ghadin an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.”
Selain itu, puasa Syawal memiliki berbagai keutamaan yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Keutamaan tersebut menjadi salah satu alasan umat Islam dianjurkan untuk mengamalkan puasa sunah ini, di antaranya:
- Pahala seperti berpuasa setahun penuh
Puasa Syawal memiliki keutamaan berupa pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh bagi yang menjalankannya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal. Maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim)
Keutamaan tersebut juga didasarkan pada perhitungan bahwa setiap amal kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Dengan demikian, puasa Ramadan selama 30 hari dan enam hari Syawal setara dengan 360 hari atau satu tahun penuh.
- Menyempurnakan ibadah Ramadan
Puasa Syawal berfungsi sebagai penyempurna ibadah Ramadan, sebagaimana salat sunah rawatib melengkapi salat fardu. Dengan melaksanakannya, diharapkan puasa Ramadan menjadi lebih sempurna meskipun terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya.
- Bentuk rasa syukur kepada Allah SWT
Ibadah ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat dan ampunan yang diberikan selama Ramadan. Puasa Syawal membantu menjaga kedekatan umat Islam dengan Allah SWT setelah bulan suci berakhir.
- Menjaga konsistensi ibadah
Puasa Syawal membantu menjaga konsistensi dan kesinambungan ibadah umat Islam setelah menjalani bulan suci Ramadan yang penuh berkah. Melalui puasa ini, umat diingatkan tetap istiqamah beribadah serta tidak kembali pada kebiasaan lama yang kurang baik lagi.
- Memberikan manfaat bagi kesehatan
Selain manfaat spiritual, puasa Syawal juga memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh manusia secara keseluruhan. Puasa membantu proses detoksifikasi dengan memberi waktu istirahat bagi organ pencernaan sehingga racun dalam tubuh berkurang.
Ibadah ini juga membantu mengontrol asupan kalori serta menjaga berat badan agar tetap ideal dan seimbang. Selain itu, puasa melatih pengendalian nafsu makan sekaligus meningkatkan metabolisme tubuh sehingga energi tetap terjaga dengan baik.
Dengan menjalankan puasa Syawal, umat Islam diharapkan dapat menjaga keberlanjutan ibadah setelah Ramadan. Amalan ini juga menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kualitas spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....