Dahulukan Puasa Syawal atau Qadha Ramadan? Ini Penjelasannya Menurut Ulama

  • 23 Mar 2026 11:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Diperbolehkan melaksanakan puasa Syawal, namun dianjurkan untuk mengutamakan qadha puasa Ramadan terlebih dahulu.
  • Qadha puasa sifatnya wajib dan harus disegerakan, sementara puasa Syawal bersifat Sunnah meski waktunya terbatas.
  • Sebagian pendapat membolehkan puasa Syawal dan qadha Ramadan digabung, namun masih menjadi perdebatan dan tidak begitu dianjurkan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pertanyaan mengenai mana yang harus didahulukan antara puasa Syawal atau qadha Ramadan kerap muncul setelah Idulfitri. Hal ini terutama dialami oleh umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadan namun ingin mengejar keutamaan puasa Syawal.

Sebagaimana keutamaan puasa Syawal disebutkan dalam hadis. Dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Siapa yang melakukan puasa Ramadhan lantas ia ikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu seperti berpuasa setahun.” (HR. Muslim, no. 1164)

Melansir laman Majelis Ulama Indonesia, sebenarnya dianjurkan untuk mengutamakan qadha terlebih dahulu. Setelahnya, dilanjutkan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.

Hal ini karena qadha puasa merupakan kewajiban yang tidak boleh terlalu lama ditunda. Sedangkan puasa Syawal sifatnya sunnah.

Jika ingin mendapatkan keutamaan maksimal, qadha sebaiknya ditunaikan terlebih dahulu sebelum menjalankan puasa sunnah. Mengutip pendapat ulama, Al-‘Allamah Abu Zur’ah Al-'Iraqi rahimahullah, ia berkata:

“(Bagi yang mendahulukan puasa Syawal dari qadha puasa), ia akan mendapatkan pahala pokok sunnah puasa walaupun tidak mendapatkan pahala sempurna setahun penuh, karena hadits menyebutkan mesti mendahulukan puasa Ramadhan. Namun jika qadha’ puasa karena tidak berpuasa tanpa uzur, maka haram baginya berpuasa Syawal.”

Meski demikian, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait praktiknya. Sebagian ulama membolehkan puasa Syawal didahulukan, dengan catatan qadha tetap dilaksanakan sebelum Ramadan berikutnya.

Mengutip NU Online, sebagian ulama juga membolehkan menggabungkan niat puasa qadha dan puasa Syawal dalam kondisi tertentu. Namun, praktik ini masih menjadi perbedaan pendapat sehingga lebih aman jika dilakukan secara terpisah.

Dengan demikian, mendahulukan puasa qadha Ramadan dinilai sebagai pilihan paling utama karena bersifat wajib. Setelah kewajiban tersebut terpenuhi, puasa Syawal dapat dilakukan untuk menyempurnakan ibadah dan meraih keutamaannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....