Pemprov Jakarta Stabilisasi TPST Bantargebang, Cegah Longsor Susulan

  • 09 Mar 2026 12:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Bekasi - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Ini diambil untuk mencegah potensi longsor susulan sekaligus memastikan area kembali aman.

Kepala DLH Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan pihaknya melakukan beberapa langkah untuk menjaga kelancaran pengangkutan sampah. Di antaranya menunda sementara proses pengiriman sampah ke TPST Bantargebang, satu titik buang sementara dibuka malam hari dan dua titik buang dirapikan.

"Selain proses evakuasi yang terus berlangsung, kami juga melakukan stabilisasi zona timbunan," ujarnya, Senin 9 Maret 2026. Demikian pula dengan penataan operasional agar pengelolaan sampah Jakarta dapat segera kembali berjalan dengan aman.

Asep menambahkan pihaknya telah mengaktifkan operasi tanggap darurat menyusul peristiwa longsor TPST Bantargebang, Minggu 8 Maret 2026. Menurut dia, kegiatan tersebut sampai saat ini masih terus berlangsung.

Menurut dia, Pemprov Jakarta berkomitmen menangani situasi tersebut secara cepat dan hati-hati, dengan fokus keselamatan dan penanganan korban. Asep juga memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman.

"Begitu menerima dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat," ujarnya. "Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsor."

TPST Bantargebang milik Pemprov Jakarta yang berlokasi di Kota Bekasi mengalami longsor pada Minggu, 8 Maret 2026. Penyebabnya adalah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu relatif lama.

Pada insiden tersebut, empat orang tercatat meninggal dunia. Mereka adalah Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno, dan Irwan Supriatin (42) yang semuanya berprofesi sopir.

Berdasakan pantauan di lokasi, proses evakuasi longsoran sampah masih terus dilakukan. Hal ini untuk memastikan ada tidaknya korban jiwa yang tertinggal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....