Pemkab Tangerang Fasilitasi Izin SLHS 170 Satuan Pelayanan Gizi

  • 28 Feb 2026 23:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang memfasilitasi perizinan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi layanan gizi. Bantuan tersebut diberikan kepada 170 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di seluruh penjuru wilayah daerah setempat.

Keberadaan penyedia makanan ini menjadi garda terdepan dalam mendukung kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu segera mengeluarkan semua dokumen perizinan administrasi secara resmi.

"Ada sekitar 170 SPPG telah menjalankan Program MBG di Kabupaten Tangerang. Jadi makanan yang diberikan itu harus segar, bersih, bebas dari bakteri dan sebagainya, sehingga makanan itu bisa dikonsumsi dengan baik dan pastinya akan memberikan kontribusi terhadap gizi anak-anak kita," ujar Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Sabtu 28 Februari 2026.

Dinas Kesehatan siap membantu rekomendasi teknis untuk melancarkan proses pengurusan berkas sertifikat tersebut. Maesyal meminta Badan Gizi Nasional (BGN) juga lebih responsif menangani setiap keluhan yang muncul dari warga.

Respons cepat itu bertujuan menjaga komposisi serta kondisi sajian agar tetap segar bagi para anak sekolah. Langkah ini menjadi bentuk investasi besar pemerintah guna memutus mata rantai persoalan pemenuhan asupan gizi bangsa.

Dia turut menginginkan pembentukan forum koordinator guna memfasilitasi komunikasi antarsatuan pengelola layanan asupan makanan tersebut. Sementara, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah memberi perhatian khusus kepada setiap laporan masyarakat terkait ketersediaan dapur pelayanan.

Pengelola satuan harus menjalankan tugas secara penuh serta bertanggung jawab dalam mengantar atau membagikan bantuan pangan. Ahli gizi harus bertugas pada lokasi memasak supaya jenis makanan tetap sehat tanpa adanya jamur makanan.

"Memang di masing-masing dapur SPPG ada ahli gizi yang ditugaskan untuk standby di sana. Cuma harus cek lagi apakah makanan kering yang diberikan kepada anak-anak kita, jenis, kondisi dan komposisi gizinya sudah sesuai atau belum. Jangan ada makanan yang berjamur," kata Intan.

"Hal-hal seperti ini mungkin yang jadi concern saya. Terus, Makan Bergizi Gratis itu kan harus dibarengi dengan rasa yang enak, paling tidak rasa yang bisa diterima oleh anak-anak," kata Intan.

Seluruh mitra penyelenggara diharapkan menyediakan gizi berkualitas tinggi dengan menyesuaikan besaran anggaran belanja yang ditetapkan pemerintah. Keberagaman menu masakan harian serta cita rasa makanan harus diperhatikan agar anak tidak jenuh saat mengonsumsi.

Penyelenggaraan kegiatan ini memberikan dampak ekonomi luas bagi semua warga serta mencukupi kebutuhan para siswa. Sekretaris Deputi BGN Bidang Pemantauan dan Pengawasan Iwan Dwi Susanto menyambut baik semua pelaksanaan kegiatan mulia ini.

"Tidak ada sedikitpun terpikirkan kita di BGN itu memberikan makanan yang kualitasnya jelek. Jadi kami tidak hanya memberi makan, tidak hanya kita memberi mengisi perut anak-anak, tapi juga multiplier effect-nya," ujar Iwan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....