BPBD Makassar Catat 878 Warga Masih Mengungsi akibat Banjir

  • 26 Feb 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Jumlah pengungsi banjir di Kecamatan Biringkanaya dan Manggala, Kota Makassar, terus bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makasar mencatat total pengungsi mencapai 878 jiwa, tersebar di 15 posko, Kamis 26 Februari 2026.

Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahar, mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen di dua wilayah terdampak tersebut. Dari hasil pendataan, terdapat sembilan posko di Biringkanaya dan enam posko di Manggala.

“Jumlah pengungsi dari total keseluruhan antara Biringkanaya dan Manggala yaitu di angka 878. Sebelumnya jumlah pengungsi berada di kisaran 500 hingga 808 jiwa dan kini mengalami peningkatan,” ujar Fadli dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Kamis 26 Februari 2026.

Menurutnya, meski hari ini tidak turun hujan di Makassar, banjir terjadi akibat intensitas hujan lebat di wilayah kabupaten sebelah. Air kemudian mengalir dan bermuara ke Kota Makassar.

Terkait kondisi di pengungsian, ia menjelaskan, pelayanan mencakup kebutuhan makanan dan kesehatan para pengungsi tersedia 24 jam. Puskesmas di Makassar juga bergiliran memeriksa kondisi kesehatan pengungsi sebanyak dua kali sehari.

“Pesan Pak Wali Kota jelas untuk bagaimana melakukan perlindungan terhadap semua pengungsi, kita harus standby 24 jam. semua stakeholder, semua dinas harus turun untuk melakukan pelayanan memperhatikan keselamatan pengungsi termasuk dengan makanan, kesehatan, harus jaga,” katanya.

Untuk pendistribusian bantuan, BPBD bertindak sebagai leading sector dengan mendirikan posko induk. Sementara Dinas Sosial berperan sebagai shelter yang menjamin kebutuhan makanan para pengungsi.

“Ada pun relawan-relawan atau sumbangan bantuan dari berbagai pihak itu kami tampun di posko BPBD. Selanjutnya kami salurkan ke tiap-tiap RT dan RW yang terdampak,” ujarnya.

Fadli juga menegaskan adanya perhatian khusus bagi kelompok rentan seperti bayi, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Data mereka dipisahkan untuk memastikan pengawasan dan perlindungan lebih maksimal.

“Untuk bayi itu dan orang rentan, ada beberapa yang kami bawa untuk diarakah keluar dari pengungsian.Untuk dicarikan tempat pengungsian di tengah kota atau diarahkan ke keluarga mereka yang jauh dari banjir,” ucapnya.

Dalam penanganan banjir, seluruh stakeholder diturunkan untuk proses pemulihan. Dinas PU dan instansi terkait telah melakukan normalisasi saluran serta pembuangan air agar genangan cepat surut.

Ia menjelaskan, Biringkanaya dan Manggala merupakan daerah cekungan yang menjadi titik akhir aliran air. Kondisi ini menyebabkan air berkumpul di wilayah tersebut saat banjir melanda.

“Harapan kami masyarakat yang masih bertahan di rumah yang terdampak banjir cepat untuk segera mencari tempat perlindungan aman. Agar kami (BPBD) bisa terfokus untuk melayani mereka sampai banjir ini betul-betul reda kembali seperti semula,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....