Penataan Kawasan Menteng Tenggulun Ditargetkan selesai Juli 2026

  • 24 Feb 2026 19:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan penataan kawasan Menteng Tenggulun rampung pada Juli 2026. Program ini difokuskan pada renovasi rumah tidak layak huni, meningkatkan sanitasi, serta penguatan UMKM setempat.

Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati mengatakan penataan dilakukan untuk meningkatkan kualitas hunian sekaligus mendorong nilai ekonomi kawasan. Ia menargetkan sebanyak 52 rumah akan direnovasi, termasuk 23 rumah di antaranya merupakan pelaku UMKM.

“Insyaallah nanti ada 52 rumah yang direnovasi menjadi layak huni. Dari jumlah itu, 23 rumah milik pelaku UMKM rumahnya diperbaiki, dan 10 UMKM lain juga akan kami bina untuk pembiayaan,” kata Sri saat meninjau Kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

Selain memperbaiki rumah warga, penataan juga mencakup perbaikan lorong kawasan secara menyeluruh. Program ini turut diarahkan pada pembentukan kawasan wisata kuliner berbasis UMKM setempat.

Kawasan Menteng Tenggulun yang dikenal sebagai wilayah padat di tengah area elite Menteng akan dijadikan proyek percontohan. Konsep ‘Kampung Gotong Royong’ diusung dengan menekankan hunian sehat serta pertumbuhan ekonomi warga.

“Untuk pembiayaan, program Pak Prabowo dan Pak Menteri adalah Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat. Jadi pembiayaan untuk renovasi rumah maupun nanti penataan lorong itu menggunakan dana dari CSR,” ujarnya.

Sri menambahkan, kolaborasi juga dilakukan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, serta sektor perbankan. “Ada beberapa Ladies Banker yang nanti juga akan mendampingi UMKM yang ada sehingga nanti lebih kreatif, literasi keuangan dan sebagainya,” ucap Sri.

Ia menambahkan total kebutuhan anggaran program ini masih dalam tahap perhitungan, dengan estimasi awal sekitar Rp5 miliar dari dana CSR. Sri juga menyebut pelaksanaan fisik penataan kawasan akan dimulai setelah Lebaran 2026.

Sementara itu, Ketua IAI Jakarta Teguh Aryanto menyebut renovasi fokus memastikan rumah-rumah kawasan ini memenuhi standar hunian sehat. Ia menjelaskan fokus perbaikan pada sanitasi, pencahayaan, serta perbaikan atap rumah.

Ia menambahkan, atap yang masih dalam kondisi baik tidak akan diganti. Namun atap yang rusak atau bocor akan diperbaiki sesuai kebutuhan lapangan.

"Prinsipnya bukan jadi seperti bangunan vertikal, tetapi rumahnya kita perbaiki. Karena kita lihat disini yang pertama kita perbaiki adalah sanitasi, penghawaan, pencahayaan, beberapa atap yang sudah rusak, terakhir pasti penampilan,” ujar Ketua IAIN yang akrab dipanggil Gigo itu.

Menurutnya, lebih dari 50 arsitek IAI Jakarta terlibat secara pro bono dalam perancangan dan desain kawasan. Para arsitek membantu menyiapkan konsep tata ruang, desain rumah, serta estetika lorong agar lebih bersih dan memiliki nilai ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....