Perumda Dharma Jaya Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir

  • 31 Jul 2026 18:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir di Legok, Tangerang, untuk memperkuat ketahanan pangan Ibu Kota.
  • Peternakan yang dikembangkan Perumda Dharma Jaya memiliki luas lahan sekitar 20 hektare dan merupakan tindak lanjut dari persetujuan penggunaan Barang Milik Daerah (BMD).
  • Kawasan peternakan terintegrasi ini dirancang untuk mendukung program ketahanan pangan (food security) di Jakarta dengan memanfaatkan aset daerah secara optimal.

RRI.CO.ID, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir di Legok, Tangerang, Banten, Jumat, 31 Juli 2026. Peternakan ini dikembangkan Perumda Dharma Jaya untuk memperkuat perannya mendukung ketahanan pangan (food security) di Ibu Kota.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan kawasan peternakan ini memiliki luas lahan ±20 hektare. Ini merupakan tindak lanjut atas persetujuan penggunaan Barang Milik Daerah (BMD) dari Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta.

"Kawasan ini akan dikelola oleh Perumda Dharma Jaya sebagai pusat penggemukan sapi modern. Yang mendukung ketersediaan pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta," ujar Raditya.

Kawasan tersebut dirancang dengan konsep peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Yaitu mencakup kandang penggemukan sapi, kandang karantina, gudang pakan dan bunker silase, laboratorium, jembatan timbang, dan area loading/unloading.

Lalu Rumah Potong Hewan (RPH), cold storage, dan fasilitas pengolahan daging (meat processing). Serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), perkantoran, serta cadangan lahan hijauan pakan ternak.

Dalam operasionalnya, kawasan ini akan menerapkan sistem pengelolaan yang modern, efisien, dan berkelanjutan. Penggemukan sapi akan didukung oleh penyediaan pakan berkualitas yang diproduksi secara mandiri dengan pemanfaatan teknologi.

Dengan demikian, mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjamin kualitas ternak. Selain mendukung ketahanan pangan, pengembangan kawasan ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Yaitu melalui penyerapan tenaga kerja lokal, kemitraan penyediaan hijauan pakan ternak, serta pemberdayaan pelaku usaha di wilayah sekitar. Inisiatif ini disambut baik Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Ia mengatakan, lahan milik Pemprov DKI Jakarta ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan pangan daerah. Dimana nantinya dapat bermanfaat baik bagi masyarakat Jakarta maupun Banten.

"Ketahanan pangan yang akan dikembangkan di sini salah satunya adalah peternakan sapi. Kemudian juga untuk ayam, ikan, dan sebagainya," ujarnya.

Pramono menegaskan, lokasi ini tidak akan dimanfaatkan sebagai lokasi alternatif dari TPST Bantargebang. Aset daerah tersebut justru akan dikembangkan sebagai kawasan peternakan hewan ternak, budi daya ikan, dan juga urban farming.

"Sepenuhnya tempat ini bukan seperti yang dipikirkan orang akan menjadi tempat alternatif Bantargebang, sama sekali enggak," jelasnya. Pramono menyampaikan pembangunan infrastruktur di lokasi ini akan dimulai pada November dengan total nilai investasi sekitar Rp1 triliun.

Selain itu, ia juga telah menginstruksikan dinas terkait agar segera memulai pengembangan kawasan sesuai rencana peruntukan paling lambat awal September. Saat ini, proyek berada pada tahap awal pembangunan, koordinasi lintas instansi, sosialisasi, serta proses perizinan.

Pembangunan tahap pertama ditargetkan dimulai pada akhir tahun 2026. Melalui pengembangan ini, Perumda Dharma Jaya optimistis dapat memperkuat rantai pasok daging sapi yang aman, sehat, dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....