Tak Lagi Aktif, 4.000 Hektar Tambak di Bekasi Bakal Direvitalisasi
- 21 Feb 2026 21:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Muaragembong - Sebanyak 4.000 hektar tambak di wilayah Muaragembong, Kabupaten Bekasi yang tidak lagi aktif bakal direvitalisasi. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja.
Menurut dia, revitalisasi tambak Muaragembong akan dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP). Adapun revitalisasi tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi tambak pantura Jawa Barat.
Dengan revitalisasi tersebut, ia berharap perekonomian warga Bekasi di daerah pesisir bisa meningkat. Terutama mereka yang menggantungkan hidupnya pada sektor usaha tambak.
“Insya Allah dengan adanya dukungan revitalisasi tambak dari Pemerintah Pusat, produktivitas akan meningkat dan peluang kerja juga akan bertambah. Harapannya tentu angka kemiskinan bisa berkurang dan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya di Muaragembong, semakin meningkat,” katanya, melalui keterangan persnya, Sabtu, 21 Februari 2026.
Ia juga berharap, program revitalisasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis perikanan budidaya. Serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
“Jika kawasan tambaknya tertata dengan baik , maka pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir akan semakin kuat. Apalagi jika didukung dengan pembangunan rumah pesisir oleh Pemprov Jabar," ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Ida Mayani, mengatakan saat ini sebagian tambak masih dikelola konvensional. Yakni dengan sistem tradisional dan penataan lahan yang belum optimal.
Sementara itu, melalui program revitalisasi, kawasan tambak akan ditata ulang. Yaitu dengan pendekatan yang lebih modern dan terintegrasi.
“Tambak para nelayan selama ini masih menggunakan sistem konvensional. Ke depan akan dilakukan penataan ulang dengan sistem yang lebih modern agar produktivitas meningkat dan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....