Irigasi Bermasalah, Sawah di Kecamatan Pebayuran Bekasi Tak Bisa Ditanami Padi

  • 28 Jul 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mayoritas lahan sawah di Kecamatan Pebayuran tidak bisa ditanami padi akibat tidak bisa dialiri air karena irigasi di wilayah tersebut bermasalah.
  • Adapun penyebab utama irigasi bermasalah yaitu pendangkalan atau sedimentasi di dalam saluran irigasi sehingga mengakibatkan terganggunya air mengalir.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Mayoritas sawah di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi tak bisa ditanami padi akibat saluran irigasi di wilayah tersebut bermasalah. Sehingga mengakibatkan sawah-sawah tersebut tidak bisa dialiri air.

Adapun penyebab irigasi bermasalah sehingga tidak bisa mengaliri air yakni akibat adanya pendangkalan atau sedimentasi. Sehingga perlu adanya normalisasi terhadap saluran air di wilayah Pebayuran.

Menurut Camat Pebayuran, Hasyim Adnan Adha memperkirakan ada sekitar 2.000 hingga 3.000 hektar sawah dari total 6.800 hektar tidak bisa ditanami padi. Baginya hal tersebut merupakan persoalan serius mengingat berkaitan dengan ketahanan pangan.

Ia mengatakan, dampak irigasi bermasalah paling parah dirasakan petani di Desa Karangharja yang sudah tiga musim tanam mengalami gagal tanam. Kondisi serupa juga dirasakan petani di sejumlah wilayah lainnya di Pebayuran, termasuk salah satunya petani di Desa Karangsegar.

Oleh karena itu, penanganan saluran irigasi perlu segera dilakukan secara menyeluruh. Sehingga petani dapat kembali bercocok tanam dan meningkatkan hasil panennya.

"Ini menyangkut ketahanan pangan, sehingga sangat urgens untuk segera ada solusi penanganan secara tuntas. Agar ke depan petani bisa kembali menanam dan memanen dengan baik," katanya, kepada wartawan, Selasa, 28 Juli 2026.

Hasyim mengatakan, sejatinya aliran air di wilayah hulu masih tersedia dengan baik. Namun, air tersebut tidak dapat menjangkau sejumlah desa akibat adanya hambatan pada saluran irigasi.

"Di hulu air melimpah dan mengalir lancar. Tetapi ironisnya tidak sampai ke Desa Karangsegar maupun Karangharja," katanya.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja yang tanggap atas permasalahan petani. Dibuktikan dengan turun langsung meninjau kondisi saluran irigasi di Kecamatan Pebayuran.

Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bersama pihak terkait lainnya mencari solusi permanen. Terkait masalah kekeringan lahan pertanian di Pebayuran.

"Kondisi tersebut sangat merugikan petani di Pebayuran. Karena luas lahan terdampak mencapai hampir separuh dari total luas sawah di wilayah tersebut," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....