TNI Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Linge Aceh

  • 20 Feb 2026 20:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Satuan Tugas (Satgas) Kodim 0106/Aceh Tengah, Kodam Iskandar Muda, mengintensifkan pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Guna membuka akses antarwilayah pascabencana.

Penerangan Kodam Iskandar Muda menyebutkan progres pembangunan jembatan tersebut kini telah mendekati 50 persen. Jembatan sepanjang 100 meter itu ditargetkan rampung pada Februari 2026.

Jembatan gantung Kalaili dibangun untuk menghubungkan Desa Owaq dengan sejumlah kampung di Kemukiman Wih Dusun Jamat. Meliputi Desa Linge, Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, Desa Kute Reje, dan Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Keberadaan jembatan tersebut diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dialami masyarakat di wilayah pedalaman. Terutama saat kondisi cuaca buruk.

Secara teknis, pembangunan telah menunjukkan perkembangan signifikan. Empat titik abutmen jembatan telah selesai dicor sebagai fondasi utama penopang struktur.

Selain itu, tiang pengikat kabel baja juga sudah berdiri. Sementara pekerjaan saat ini difokuskan pada pembentangan sling bawah sebagai bagian penting konstruksi utama.

Pembangunan jembatan melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan, yakni tiga anggota Koramil 05/Linge dipimpin Lettu Inf Muklis. Lalu, 30 personel Yon TP 854/DK dipimpin Letda Inf Iko Andika Mayanda, empat personel Kompi B Yonif 114/SM dipimpin Serda Nurdin, serta dua personel dari Puziad dipimpin Pelda Joko S.

Lettu Inf Muklis mengatakan, pengerjaan jembatan terus dipercepat untuk mengejar target penyelesaian bulan ini. Menurutnya, sinergi lintas satuan menjadi kunci percepatan pembangunan meski menghadapi keterbatasan sarana dan medan yang menantang.

“Pekerjaan kami kebut setiap hari, jembatan ini menjadi akses penting bagi masyarakat. Jadi kami upayakan selesai tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas serta keamanan konstruksi,” kata Muklis dalam keterangannya, Jumat 20 Februari 2026.

Meski demikian, Satgas masih menghadapi kendala berupa keterbatasan alat pengepres dan penguncian sling. Idealnya, proses tersebut menggunakan peralatan khusus agar hasil penguncian lebih kuat dan aman.

Sementara itu, Iskandar (38), warga Desa Jamat, berharap pembangunan jembatan gantung tersebut dapat segera selesai. Agar mempermudah aktivitas masyarakat.

“Selama ini, kalau musim hujan, kami cukup kesulitan menyeberang sungai. Kalau jembatan ini selesai, tentu sangat membantu anak sekolah, petani, dan pedagang, kami merasa diperhatikan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....