Menteri Dody Targetkan Sekolah Rakyat Mamuju Rampung Akhir Agustus

  • 04 Agt 2026 14:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PU Dody Hanggodo menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat Mamuju rampung pada akhir Agustus 2026
  • Progres fisik pembangunan telah mencapai 91,27 persen dari target 95,98 persen per 2 Agustus 2026
  • Kondisi tanah berbatuan menjadi kendala utama sehingga diterapkan metode pre-boring sebelum pemasangan tiang pancang

RRI.CO.ID, Mamuju – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Menteri PU Dody Hanggodo menargetkan proyek tersebut rampung pada akhir Agustus 2026.

Percepatan dilakukan agar sekolah berasrama gratis itu segera mendukung Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Hingga, Minggu, 2 Agustus 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 91,27 persen dari target 95,98 persen.

"Memang kendalanya kemarin tanahnya keras, sehingga perlu waktu cukup lama bikin fondasinya, disamping ada beberapa kendala teknis lannya. Ini lagi terus kita percepat, mudah-mudahan akhir Agustus ini sudah selesai," kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip, Selasa, 4 Agustus 2026.

Dody mengatakan kondisi tanah berbatuan menjadi tantangan utama selama proses pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut. Kementerian PU menerapkan metode pre-boring berbatu sebelum memasang tiang pancang di lokasi pembangunan.

Metode tersebut digunakan untuk memecah lapisan tanah keras sebelum pemasangan tiang pancang dilakukan secara aman. Langkah itu juga bertujuan mengurangi risiko kerusakan konstruksi akibat benturan pada lapisan berbatuan.

Kementerian PU juga meningkatkan koordinasi bersama TNI untuk menambah tenaga kerja di lapangan. Percepatan pembangunan turut melibatkan jajaran direksi PT Hutama Karya sebagai kontraktor pelaksana proyek.

"Untuk percepatan kita akan berkoordinasi lagi dengan TNI. Itu untuk menambah tenaga dan direksi BUMN Karya dalam hal ini PT Hutama Karya," ucapnya.

Sekolah Rakyat dibangun di atas lahan seluas 8,03 hektare dengan luas bangunan mencapai 40.958 meter persegi. Fasilitasnya meliputi ruang pendidikan, asrama, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, kantin, dan dapur umum.

Selain itu, sekolah juga dilengkapi guest house, dua lapangan basket, serta sistem pengawasan CCTV selama 24 jam. Pembangunan tersebut mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus upaya pemerintah menekan angka kemiskinan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....