STIK Sumbang 70 Sapi untuk Warga Terdampak Bencana Aceh

  • 19 Feb 2026 01:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) angkatan 83/Widya Parama Satwika menyerahkan bantuan 70 ekor sapi untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh. Bantuan ini diberikan untuk mendukung pelaksanaan tradisi Meugang saat memasuki Ramadan.

Penyerahan bantuan tersebut melengkapi sumbangan pribadi Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Presiden memberikan 1.455 ekor sapi bagi warga terdampak bencana di wilayah tersebut.

Ketua STIK Irjen Eko Rudi Sudarto mengatakan bantuan tersebut merupakan implementasi nilai kemanusiaan yang diajarkan kepada para mahasiswa STIK. Terlebih, pada bulan penuh berkah ini.

“Sumbangan ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap saudara-saudara di Aceh yang sedang menghadapi masa sulit pasca bencana. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kita harus hadir meringankan beban mereka,” kata Eko Rudi dalam keterangannya, Rabu 18 Februari 2026.

Menurutnya, pembentukan perwira Polri tidak hanya berfokus pada kecakapan teknis dan akademik, tetapi juga menanamkan kepekaan sosial. “Kita menjadi polisi yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis,” ujarnya.

Adapun penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di halaman meunasah desa dan disaksikan perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat. Serta warga setempat.

Selanjutnya, puluhan sapi tersebut didistribusikan secara bertahap ke sejumlah desa terdampak dengan melibatkan aparatur gampong dan mahasiswa STIK. Agar bantuan tepat sasaran.

Keuchik Gampong Blang, Junaidi, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia menyebut bantuan itu sangat berarti bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari bencana.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Mereka tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan harapan dan semangat bagi kami,” katanya.

Bagi masyarakat Aceh, Meugang bukan sekadar tradisi menyembelih dan memasak daging menjelang Ramadan. Tradisi ini merupakan momentum sosial dan kultural yang mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai kebersamaan.

Namun, pascabencana, banyak keluarga menghadapi keterbatasan ekonomi. Sehingga sulit menjalankan tradisi tersebut seperti biasanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga memberikan sumbangan pribadi 1.455 ekor sapi untuk mendukung pelaksanaan Meugang. Tradisi ini merupakan kebiasaan masyarakat Aceh yang dilakukan tiga kali dalam setahun menjelang hari besar keagamaan, termasuk Ramadan.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Ustad Mulkana, mengaku bersyukur atas bantuan sapi yang diterima. Ia mengatakan bantuan tersebut memungkinkan para santri dan pengajar tetap menjalankan tradisi Meugang meski dalam keterbatasan.

Menurutnya, pihak pesantren menerima dua ekor sapi yang kemudian dibagikan kepada lebih dari 200 santri dan lebih dari 50 guru. “Ketika mengajak santri ke pondok ini, kami sempat berpikir bagaimana melaksanakan Meugang, alhamdulillah, ini menjadi pengalaman pertama bagi kami,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....