Pesawat Smart Air Ditembaki 20 Anggota KKB Pimpinan Elkius Kobak

  • 14 Feb 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jayapura - Satgas Damai Cartenz mengungkap hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penyerangan dan penembakan terhadap pesawat Smart Air. Insiden ini terjadi di Lapangan Terbang Korowai, Papua Pegunungan pada Rabu 11 Februari 2026, kemarin.

Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengatakan, sebanyak 20 anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga terlibat dalam aksi tersebut. Ia menyebut, para pelaku keluar dari sebuah penginapan di pinggir lapangan terbang sebelum melakukan penembakan ke arah pesawat.

“Penembakan ke pesawat Smart Air dengan nomor penerbangan PK-SNR itu terjadi saat pesawat hendak melanjutkan penerbangan ke Dekai, Kabupaten Yahukimo, Rabu, 11 Februari,” kata Faizal dalam keterangannya, Sabtu 14 Februari 2026.

Menurutnya, kelompok pelaku merupakan KKB Kanibal dan Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak dari Yahukimo. Berdasarkan keterangan saksi, pesawat Smart Air sebelumnya mendarat di Lapangan Terbang Korowai Batu sekitar pukul 10.30 WIT.

Saat pilot bersiap melanjutkan penerbangan dan menghidupkan mesin, kelompok KKB tiba-tiba muncul dan langsung melepaskan tembakan. Akibat serangan itu, penumpang dan kru pesawat panik dan bergegas turun untuk menyelamatkan diri.

“KKB tiba-tiba muncul dan menembaki saat pilot pesawat Smart Air sedang menghidupkan mesin pesawat. Sehingga penumpang dan kru turun dari pesawat untuk menyelamatkan diri,” ujar Faizal.

Tidak berhenti di situ, para pelaku juga mengejar dan menembaki kru pesawat. Dua kru dilaporkan tewas dalam insiden tersebut dan jenazahnya telah dimakamkan di kota asal masing-masing.

Hasil olah TKP juga menemukan sedikitnya 13 titik tembakan pada badan pesawat. Sementara tim identifikasi mencatat 23 nomor penandaan barang bukti di lokasi kejadian.

Faizal menambahkan, para saksi tidak mengenali pelaku dan diduga mereka bukan warga setempat.

“Satgas Damai Cartenz saat ini melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku,” katanya.

Insiden ini menambah daftar panjang aksi kekerasan KKB terhadap penerbangan sipil di wilayah Papua. Khususnya, di daerah terpencil yang bergantung pada transportasi udara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....