LRT Jabodebek Sosialisasikan Gerakan Anti Pelecehan di Dukuh Atas
- 14 Feb 2026 01:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia melaksanakan kampanye antipelecehan pada lingkungan Stasiun Dukuh Atas untuk menjaga keamanan pengguna. Sosialisasi ini mengajak masyarakat menciptakan ruang transportasi publik yang nyaman serta inklusif bagi seluruh lapisan penumpang.
Petugas LRT Jabodebek bersama komunitas Railfans memberikan seruan kepada seluruh pelanggan guna melaporkan segala bentuk pelecehan. Pengguna jasa dapat membubuhkan tanda tangan pada papan komitmen sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan keamanan bersama.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika menjelaskan upaya pencegahan tindak pelecehan dilakukan secara konsisten. Pihak manajemen ingin memastikan setiap pengguna merasa aman ketika menggunakan layanan kereta api dalam beraktivitas setiap hari.
“Transportasi publik adalah ruang bersama. Kami ingin memastikan setiap pengguna merasa aman dan nyaman. Sosialisasi ini menjadi langkah preventif untuk membangun kesadaran bahwa pelecehan dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi,” ujar Radhitya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.
Perusahaan menyediakan gerbong khusus wanita pada bagian belakang rangkaian kereta sebagai fasilitas pilihan perlindungan bagi penumpang perempuan. Pelaku pelecehan akan menerima sanksi tegas berupa pemblokiran Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta masuk dalam daftar hitam.
Tindakan tegas tersebut sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 mengenai tindak pidana kekerasan seksual. Pihak KAI berkomitmen menjalankan aturan secara konsisten guna memberikan rasa aman kepada seluruh pengguna jasa layanan kereta.
“Kami berkomitmen memastikan penegakan aturan berjalan konsisten sebagai bentuk perlindungan bagi seluruh pengguna. Edukasi dan pencegahan kami jalankan beriringan dengan tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran,” ujar Radhitya.
Pengunjung memberikan respons positif terhadap kegiatan edukasi yang diadakan. Uni Yerni asal Depok menyatakan sosialisasi tersebut sangat penting.
"Saya pikir kegiatan ini sangatlah baik untuk mengingatkan terus kepada penumpang LRT Jabodebek. Edukasi harus terus diberikan secara masif agar menekan hal-hal buruk di dalam kereta tanpa awak ini," kata Uni Yerni.
Masyarakat yang mengalami atau menyaksikan tindak pelecehan diimbau segera melapor kepada petugas di stasiun maupun di kereta. Laporan juga dapat disampaikan melalui sarana Contact Center KAI 121 atau akun media sosial resmi milik perusahaan.
Pihak manajemen meningkatkan pemantauan menggunakan Close Circuit Television (CCTV) yang aktif di area stasiun serta dalam kereta. Kehadiran petugas lapangan diharapkan tetap menjaga layanan transportasi yang nyaman bagi semua warga yang sedang beraktivitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....