Pengamat: Jalan Berlubang Ancam Keselamatan Pengendara

  • 11 Feb 2026 16:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Jalan berlubang masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah dan dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan. Kondisi tersebut dapat memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara, terlebih pengendara sepeda motor.

Pengamat Transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono Wibowo, menjelaskan kerusakan jalan aspal umumnya disebabkan oleh empat faktor utama. Dia menekankan bahwa air menjadi faktor paling dominan dalam mempercepat kerusakan jalan.

“Musuh utama jalan itu ada empat, yaitu air, air, air, dan beban. Air dari atas, dari samping, dan dari bawah tanah dan beban,” ujar Sony dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Rabu 11 Februari 2026.

Menurut dia, di kawasan perkotaan, kerusakan jalan lebih banyak dipicu oleh air yang tidak tertangani dengan baik. Persoalan drainase disebut menjadi penyebab utama munculnya lubang di jalan.

“Jalan-jalan di kota umumnya rusak karena air, terutama dari samping dan dari atas. Ini bisa karena kualitas konstruksi yang kurang baik atau drainasenya tidak berfungsi,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi berbeda terjadi di jalan nasional atau antarkota. Selain faktor air, beban kendaraan berat turut mempercepat kerusakan jalan hingga menyebabkan permukaan jalan berlubang dan bergelombang.

Terkait kualitas jalan, Sony menyebut tingkat kemantapan jalan nasional relatif baik. Namun, kondisi jalan provinsi serta jalan kabupaten dan kota masih menjadi tantangan besar.

“Data dari PU menunjukkan kemantapan jalan nasional di atas 90 persen. Tapi jalan provinsi dan kabupaten-kota kemantapannya rata-rata sekitar 60 persen, bahkan di luar Jawa kondisinya lebih parah,” ujarnya.

Sementara itu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menegaskan jalan berlubang sangat berbahaya bagi pengendara, khususnya kendaraan roda dua. Menurutnya, sepeda motor memiliki tingkat stabilitas yang rendah sehingga sangat rentan terhadap gangguan kecil di jalan.

“Walaupun lubangnya kecil, bisa memberikan dampak risikonya bisa fatal. Motor hanya punya dua titik keseimbangan, jadi sedikit gangguan saja bisa berdampak besar,” kata Jusri.

Ia menjelaskan, lubang jalan dapat mengganggu stabilitas roda depan motor, baik saat dilintasi maupun ketika pengendara berusaha menghindarinya. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan pengendara terjatuh.

“Pengendara bisa mengalami low side crash atau tabrakan samping. Apalagi saat jalan basah, hujan, atau malam hari ketika visibilitas terbatas,” ujarnya.

Jusri juga mengingatkan bahwa lubang jalan berbahaya bagi kendaraan roda empat. Meski lebih stabil, mobil tetap berisiko mengalami kerusakan dan kehilangan kendali.

Menurut data yang diketahuinya, sekitar 32 persen dari total panjang jalan di Indonesia tercatat mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dinilai memiliki kaitan erat dengan tingginya risiko kecelakaan lalu lintas.

“Kita memang belum punya data rinci kecelakaan akibat jalan rusak. Tapi jelas ketika jalan rusak kendaraan bisa kehilangan kendali dan memicu kecelakaan fatal,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....