Pemkot Tangsel Akui Sulit Inspeksi Kawasan Pergudangan
- 11 Feb 2026 01:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang Selatan - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, mengaku kesulitan melakukan pemeriksaan langsung ke sejumlah kawasan pergudangan di wilayahnya. Pernyataan itu disampaikan menanggapi pencemaran Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang kimia di kawasan Taman Tekno, Setu, BSD.
"Jujur kami memang mengalami kesulitan untuk masuk ke pergudangan," ujarnya, Selasa 10 Februari 2026. Sehingga pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel tidak bisa memeriksa dokumen, sertifikat layak fungsi, maupun jaringan listrik di sana.
Meski begitu, Benyamin menyatakan terus berupaya melakukan inspeksi terhadap gudang dan perkantoran, khususnya yang terkait pengelolaan bahan kimia. "Kami akan menggelar gerakan bersama untuk memeriksa sertifikat laik fungsi di tiap gudang dan perkantoran," ucapnya.
Menurut Benyamin, Pemkot Tangsel tengah berkoordinasi dengan Polres dan Kejaksaan Negeri Tangsel serta TNI untuk melakukan pemeriksaan tersebut. "Idealnya pemeriksaan terhadap gudang dan perkantoran dilakukan dua kali dalam setahun," katanya.
Selanjutnya pengawasan akan diperketat, terutama terhadap industri yang mengolah bahan kimia berbahaya. "Saya juga meminta dinas teknis terkait untuk melaporkan, mendeteksi, dan mendata industri yang mengolah bahan-bahan kimia," kata Benyamin.
Baik itu berupa pestisida, maupun berbagai jenus cairan kimia lainnya. "Di mana saja dan berapa volumenya, akan kami lakukan pengawasan yang lebih ketat," ujarnya menegaskan.
Terkait dengan antisipasi terhadap potensi keracunan akibat pencemaran, Benyamin menyatakan pihaknya menyiagakan seluruh Puskesmas. Khususnya saat warga usai mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane yang tercemar limbah zat kimia.
"Saya sudah minta Dinas Kesehatan melakukan pendataan, deteksi, dan bertindak bila ada warga yang keracunan usai makan ikan dari sungai itu," ujarnya. "Bila merasa mual, muntah, kemudian pusing, segala macam, segera berobat ke Puskesmas terdekat."
Benyamin berharap warga bisa mengikuti imbauan tersebut. Meskipun sejak awal pihaknya telah mengingatkan warga sekitar bantaran Sungai Cisadane untuk tidak mengonsumsi ikan yang diduga tercemar.
"Karena bagaimanapun itu sudah tercemar," ucapnya. "Jadi saya berharap jangan mengkonsumsi dulu karena kami masih melakukan penelitian laboratorium."
Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangsel, Julham Firdaus, mendesak pihak Pemkot segera mengevaluasi sistem pemantauan gudang bahan kimia. "Pengecekan lab bahan kimia dan evaluasi pemantauan gudang secara berkala harus konsisten," ujarnya.
Julham menegaskan penanganan pencemaran harus dilakukan secara terpadu dan segera, khususnya untuk menetralkan air sungai yang telah tercemar. Menurut dia, komitmen pengawasan berkala harus diperkuat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Kebakaran yang melanda gudang pestisida di kawasan Taman Tekno BSD, Setu, Tangsel ternyata berdampak serius. Ini tampak dari tercemarnya Sungai Cisadane yang airnya berubah warna menjadi putih dengan aroma menyengat.
Pejabat Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, Hadiman, memastikan pencemaran disebabkan cairan kimia di lokasi kebakaran. "Cairan kimia itu terbawa air untuk memadamkan api dan mengalir ke anak sungai," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....