Rampung Awal Ramadan, Dody Tinjau Huntara Bener Meriah

  • 06 Feb 2026 22:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Aceh – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan hunian sementara modular (huntara modular) di Bener Meriah, Aceh. Proyek ini ditujukan bagi masyarakat terdampak bencana dan ditargetkan selesai awal Ramadan.

Pembangunan huntara modular ini merupakan bagian penanganan darurat pascabencana oleh Kementerian PU. Langkah ini memastikan warga segera memperoleh tempat tinggal yang layak dan aman.

Menteri Dody menyatakan progres pembangunan masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. “Progresnya masih sesuai schedule, insyaAllah minggu pertama Ramadan ini bisa selesai total untuk 202 KK,” kata Dody dalam keterangan pers, Jumat, 6 Februari 2026.

Menterii Dody menyebut, hunian modular dibangun di lahan tiga hektare menggunakan konstruksi baja prefabrikasi. Total bangunan mencakup 19 blok hunian dengan luas keseluruhan 4.855 meter persegi.

Hunian tersebut disiapkan untuk menampung sebanyak 228 kepala keluarga dengan dukungan fasilitas sanitasi memadai. Fasilitas meliputi 114 unit shower dan kloset, 4 unit fasilitas difabel, air bersih, serta pasokan listrik PLN.

Menteri Dody menambahkan bahwa calon penghuni hunian ini juga telah siap untuk direlokasi. Sehingga diharapkan masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian sementara tersebut. 

“Calon penghuninya sudah siap, harapannya di awal-awal Ramadan masyarakat yang terdampak sudah bisa langsung menghuni. Saat ini memang masih on progress, tapi kita akan kejar agar selesai tepat waktu,” ucapnya.

Kawasan huntara juga dirancang terintegrasi dengan ruang publik, mushola, parkir, dan utilitas dasar. Kementerian PU memastikan percepatan ini menjadi dasar menuju pembangunan hunian tetap yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.

Sementara itu, Prajurit TNI AD Kodam Iskandar Muda membangun sumur bor di lokasi pembangunan huntara tersebut. Komandan Kodim 0119/Bener Meriah Ahmad Fauzi mengatakan sumur bor tersebut untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana.

“Dengan adanya sumur bor tersebut, masyarakat terdampak bencana yang berada di lokasi pengungsian mendapatkan air bersih. Air bersih merupakan kebutuhan vital yang menjadi prioritas TNI pascabencana” katanya.

Ia mengatakan pembangunan sumur bor dengan mesin air portabel merupakan bentuk dukungan TNI mempercepat pemulihan pascabencana. Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar tugas fisik, melainkan misi kemanusiaan menyediakan sumber kehidupan layak bagi masyarakat terdampak.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....