Kementerian PU Percepat Huntara Pascabencana Tapanuli Selatan

  • 06 Feb 2026 22:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan rumah hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Upaya ini dilakukan untuk memastikan warga segera menempati hunian layak, aman, dan memenuhi kebutuhan dasar pascabencana.

Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pentingnya percepatan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Ia meminta seluruh fasilitas hunian dipastikan berfungsi sebelum ditempati masyarakat.

“Hunian harus siap secara menyeluruh, seperti air bersih tidak boleh menjadi persoalan ketika masyarakat mulai menempati. Sanitasi, termasuk listrik, harus dipastikan berfungsi sebelum hunian dihuni,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 6 Februari 2026.

Kementerian PU membangun 252 unit hunian yang terbagi dalam 21 blok modular di lokasi tersebut. Setiap blok berisi 12 unit hunian untuk sekitar 245 kepala keluarga terdampak.

Pembangunan hunian sementara (huntara) ini dilakukan di lahan seluas sekitar 2,6 hektare dari total 16,8 hektare. Sisa lahan direncanakan untuk pembangunan hunian tetap oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Secara teknis, hunian dibangun menggunakan sistem konstruksi modular untuk mempercepat waktu pengerjaan. Struktur menggunakan rangka baja ringan, panel sandwich, atap metal, serta lantai GRC berlapis vinyl.

Setiap blok akan dilengkapi fasilitas sanitasi komunal berupa 126 toilet dan 126 shower terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Kawasan ini juga memiliki dapur bersama untuk menunjang kebutuhan harian penghuni.

Selain hunian, kawasan juga dilengkapi masjid, gedung serbaguna, area cuci, pos jaga, dan tempat penampungan sementara (TPS). Fasilitas lain mencakup taman bermain, lapangan olahraga, area hijau, serta area parkir untuk menunjang kebutuhan sosial dan aktivitas warga.

Pembangunan hunian sementara ini ditargetkan selesai sebelum bulan Ramadan mendatang. Kementerian PU berkolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMN Karya, serta PLN dalam pelaksanaannya.

Kementerian PU berkomitmen memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan tepat waktu dan sesuai standar. Sehingga rumah hunian ini dapat memberikan rasa aman dan layak bagi masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Selatan.

Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan pembangunan hunian tetap di Sumatra Utara sudah dimulai di empat titik. Ia menjelaskan, persiapan hunian tetap telah dibahas dalam rapat dengan kementerian dan lembaga lain yang terkait. 

Maruarar menyebut pemerintah menargetkan pembangunan huntap dapat segera menjangkau seluruh daerah terdampak. “Hunian tetap itu kan memang tugas pokok kita, lokasi-lokasi juga sudah didata dan siap,” ujarnya.

Menteri PKP menekankan dengan percepatan pembangunan warga terdampak segera mendapatkan tempat tinggal yang layak. Ia juga mengakui masih ada kekurangan dalam penanganan, sehingga perlu kerja lebih keras.

“Tidak ada yang sempurna. Kita harus lebih cepat, lebih bekerja keras supaya cepat membantu rakyat kita di Sumatra,” kata Menteri Ara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....