Jazuli Apresiasi UNMA Lakukan Terobosan Reputasi Akademik Global
- 04 Feb 2026 00:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Pandeglang - Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) kembali menegaskan eksistensinya di kancah internasional melalui penyelenggaraan Seminar Internasional Global Transformation Education 2026. Kegiatan ini menjadi bukti konkret kemampuan Mathla’ul Anwar membangun kualitas pendidikan tinggi dan reputasi akademik hingga tingkat global.
Hal tersebut ditegaskan Anggota DPR RI Jazuli Juwaini saat menyampaikan sambutan pembuka dalam seminar internasional yang digelar di Kampus UNMA Pandeglang. Menurutnya, langkah UNMA mencerminkan keseriusan perguruan tinggi berbasis ormas Islam dalam merespons tantangan globalisasi pendidikan.
Jazuli mengapresiasi konsistensi UNMA dalam melakukan terobosan akademik dengan menghadirkan pakar pendidikan dari berbagai negara. Upaya ini sekaligus memperkuat kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi internasional.
Ia menilai, kegiatan akademik berskala global tersebut tidak berhenti pada aspek seremoni semata. Lebih dari itu, forum ilmiah ini memiliki nilai strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran, riset, dan diskursus akademik di lingkungan kampus.
“Kolaborasi lintas negara adalah kebutuhan di era transformasi digital saat ini,” ujar Jazuli, Selasa, 3 Februari 2026. Menurutnya, UNMA berhasil menunjukkan bahwa visi global dapat dibangun dari daerah dengan manajemen dan komitmen yang kuat.
Mantan Ketua Bidang SDM dan Organisasi serta Majelis Amanah PB Mathla’ul Anwar ini juga menyoroti capaian UNMA dalam menghadirkan guru besar dan akademisi dari luar negeri. Ia menyebut hal tersebut sebagai prestasi luar biasa mengingat posisi geografis kampus yang relatif jauh dari pusat pemerintahan dan kota besar.
Namun demikian, keterbatasan geografis dinilai mampu dijawab UNMA melalui kesungguhan memperluas jejaring internasional. Upaya tersebut sekaligus memperkuat reputasi akademik universitas di mata global.
“Ini membuktikan UNMA adalah universitas yang diperhitungkan,” tegas Jazuli. Ia menambahkan, capaian tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas interaksi akademik, tetapi juga mengharumkan nama Mathla’ul Anwar di tingkat internasional.
Lebih lanjut, Jazuli yang menempuh pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah di Mathla’ul Anwar menilai UNMA sebagai representasi peran strategis organisasi tersebut dalam dunia pendidikan nasional. Sebagai salah satu ormas Islam tertua di Indonesia, Mathla’ul Anwar dinilai mampu menjaga relevansi sejarahnya melalui penguatan pendidikan tinggi.
Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNMA sebagai penggagas utama seminar internasional ini. Jazuli berharap FKIP UNMA terus menjadi lokomotif penguatan mutu pendidikan, riset, dan inovasi pembelajaran.
Ia menekankan pentingnya orientasi global yang tetap berpijak pada nilai keislaman dan kebangsaan. Dengan demikian, pengembangan akademik UNMA dapat berjalan seimbang antara daya saing global dan karakter nasional.
Seminar Internasional Global Transformation Education 2026 menjadi penegasan arah pengembangan UNMA ke depan. Universitas ini berkomitmen memperkuat tridarma perguruan tinggi, kolaborasi internasional, dan reputasi akademik yang kredibel.
Sejumlah pembicara internasional turut hadir dalam forum tersebut, di antaranya Profesor Rautakivi Tuomo Tapani dari Centria University Finlandia dan Profesor Mazlini binti Adnan dari Sultan Idris Education University Malaysia. Hadir pula Ramadhoni, Ph.D dari BRIN Indonesia serta Dr. Meliyawati dari Mathla’ul Anwar University.
Seminar ini dipimpin langsung Rektor UNMA Profesor Adriansyah bersama Dekan FKIP Dr. Asep Sahrudin sebagai tuan rumah. Kegiatan dibuka Ketua Umum Mathla’ul Anwar KH. Embay Mulya Syarief yang diwakili Ketua Bidang Pendidikan Mathla’ul Anwar Dr. Muhammad Zen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....