SMAK PENABUR Kota Tangerang Ubah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme

  • 03 Feb 2026 16:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Persoalan sampah, khususnya sampah sisa makanan alias sampah organik, telah menjadi permasalahan serius kota-kota besar di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), sampah organik menyumbang persentase terbanyak, yaitu 40,92 persen pada tahun 2025 skala nasional.

Oleh karena itu, mengolah sampah organik menjadi eco enzyme adalah salah satu langkah kecil yang dapat dilakukan. Eco enzyme merupakan cairan organik serbaguna yang dihasilkan dari fermentasi sampah organik, yaitu sampah kulit buah dan sayur. 

Proses fermentasi inilah yang menghasilkan berbagai senyawa enzimatik seperti enzim protease, amilase, dan lipase. Hal inilah yang menjadikan eco enzyme dapat digunakan sebagai cairan serbaguna, seperti pupuk tanaman, pembersih alami, dan masih banyak lagi.

Eco enzyme pertama kali dipopulerkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong dari Tailan yang memiliki penyakit blood disease. Hal ini lah yang memicu Rosukon untuk mengembangkan teknologi pemanfaatan potensi penuh organisme tanah dengan menggunakan limbah organik yang difermentasi untuk pemupukan tanaman dan perlindungan terhadap serangan hama. 

Aksi Nyata Siswa Jaga Lingkungan

Menyadari bahwa eco enzyme memiliki berbagai manfaat untuk kehidupan sehari-hari, maka SMAK PENABUR Kota Tangerang mengadakan kegiatan jenjang Project of Awareness, yang dimulai pada 13 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Aksi Kecil Dampak Besar : Revolusi Hijau Melalui Eco enzyme".

"Kegiatan ini bukan sekadar menumbuhkan kepedulian, tetapi juga menggerakkan siswa untuk berkontribusi langsung dalam menjaga dan merawat lingkungan," kata Kepala SMAK PENABUR Kota Tangerang, Berlian Tyodina Hutagaol, dalam keterangannya, Selasa, 3 Februari 2026.

Project of Awareness diawali dengan seminar untuk siswa dengan menghadirkan pembicara Jessica Laurelia, seorang ahli di bidang bioteknologi. Ia menjelaskan materi dengan penyampaian yang interaktif serta mudah dipahami, dilanjutkan workshop pembuatan eco enzyme yang diikuti oleh 16 kelas, dengan masing-masing kelas menghasilkan 20 liter eco enzyme.

Ratusan liter cairan organik serbaguna Eco Enzyme yang dihasilkan siswa-siswi SMAK PENABUR Kota Tangerang dalam kegiatan Project of Awareness yang dilaksanakan pada 13 Januari 2026 (Foto: Sekolah PENABUR Jakarta)

Gabriela Clarissa, Jovenna Suhangita, Jovell Ricardo, Gracia Amabel, dan Tesalonika, lima siswa SMAK PENABUR Kota Tangerang yang tergabung ke dalam tim eco enzyme, sampai saat ini masih berproses membuat empat produk. Yaitu, pupuk, sabun cuci tangan, insektisida, dan pembersih lantai.

"Lingkungan sekolah dikelilingi oleh berbagai tumbuhan dan tanaman yang tumbuh subur. Tentunya hal ini disebabkan karena tanaman tersebut dirawat, dijaga kelembabannya, dan diberi pupuk," ujar Gabriela.

Namun, penggunaan pupuk kimia secara berkelanjutan dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan tanah dan lingkungan. Oleh karena itu, pembuatan pupuk dari eco enzyme akan sangat bermanfaat karena berasal dari fermentasi sampah organik (kulit buah) yang kaya akan enzim serta nutrisi yang baik untuk tanaman.

Jovenna menjelaskan bahwa sabun cuci tangan hasil dari eco enzyme bisa digunakan sebagai alternatif karena lebih ramah lingkungan, lembut di tangan, dan hemat air untuk membilasnya.

"Begitu juga dengan pembersih lantai hasil eco enzyme, cairannya bebas dari bahan kimia, ramah lingkungan, dan tidak beresiko pada kesehatan. Pembuatannya pun tidak mahal," ucap Jovell menambahkan.

Proses fermentasi keempat produk yang dikerjakan lima siswa-siswi SMAK PENABUR Kota Tangerang ini berlangsung selama 90 hari untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

SMAK PENABUR Kota Tangerang terus berkomitmen membentuk profil lulusan BEST BPK PENABUR Jakarta. Yakni, Be Tough, memiliki jati diri, spiritualitas, dan karakter Kristiani yang utuh dan tangguh. Excel Worldwide, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki jiwa kepemimpinan untuk tujuan positif.

Kemudian, Share with Society, menghargai kemajemukan dan memiliki kepedulian sosial. Trust in God, mengandalkan Tuhan serta menunjukan sikap takut akan Tuhan dalam kehidupan keluarga, sekolah, gereja, dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....