Kekeringan hingga Krisis Air Bersih Landa 16.485 Hektar Wilayah Tangsel
- 12 Jul 2026 04:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kekeringan akibat musim kemarau mulai melanda 16.485 hektar wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel)
- Bahkan, 22 kepala keluarga (KK) mengalami krisis air bersih
RRI.CO.ID, Tangerang - Kekeringan akibat musim kemarau mulai melanda 16.485 hektare wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Bahkan, 22 kepala keluarga (KK) mengalami krisis air bersih.
"Dampak kemarau sudah muncul di Kampung Koceak, Keranggan, Kecamatan Setu yang langganan kekeringan. Luas total yang terkena bahaya kekeringan yaitu 16.485.47 hektare," ujar Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha Sudjana, Sabtu 11 Juli 2026.
Menurutnya, wilayah paling rawan terdampak kemarau di Kecamatan Setu. Meskipun termasuk kelas sedang dengan luas bahaya rendah 1.246.23 hektare dan sedang 432.09 hektare.
Diakuinya karena memang Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi musim kemarau kali ini lebih kering dari 30 tahun musim kekeringan yang pernah dialami di Indonesia. "Tangsel awal bulan juli ini sudah masuk dan sudah ada yang terkena dampak dari kemarau tersebut," kata Essa.
Komandan Peleton Satgas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan menyatakan kekeringan berdampak pada pasokan air bersih di Tangsel. Sebanyak 22 KK di Kampung Koceak, RT 002/RW 01, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumur warga mengering.
"BPBD Tangsel pun menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari. Dampak kekeringan akibat sumur yang mulai mengering," ucapnya.
Ia menjelaskan warga mulai kesulitan memperoleh air bersih sejak empat hari terakhir sehingga BPBD segera melakukan distribusi memenuhi kebutuhan memasak, mandi, mencuci dan keperluan rumah tangga lainnya. BPBD menyalurkan sebanyak empat ribu liter air bersih.
"Air bersih dipasok dengan dukungan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum, Red) Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang. Didistribusikan menggunakan mobil tangki milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan," ujarnya.
Menurut Dian, hasil pendataan menunjukkan total warga terdampak mencapai 22 KK. Distribusi air dilakukan melalui dua tandon berkapasitas masing-masing 2.000 liter agar warga lebih mudah mengambil air sesuai kebutuhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....