Sejumlah Wilayah di Way Kanan Diterjang Banjir

  • 03 Feb 2026 07:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Way Kanan - Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Way Kanan, Selasa, 3 Februari 2026. Bencana hidrometeorologi tersebut terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi selama dua hari berturut-turut pada 1-2 Februari 2026.

BPBD setempat melaporkan puluhan rumah, fasilitas pendidikan, hingga infrastruktur irigasi terdampak akibat luapan sungai besar di wilayah tersebut. Kepala BPBD Kabupaten Way Kanan, Sufrianto, mengonfirmasi banjir menggenangi permukiman warga di Kampung Negeri Agung, Kecamatan Negeri Agung. 

Sedikitnya 16 rumah warga dan satu unit Gedung Taman Kanak-kanak (TK) terendam air. “Alhamdulillah, kondisi banjir saat ini sudah mulai surut dan pemantauan terus kami lakukan secara intensif,” ujar Sufrianto dalam keterangannya, Selasa 3 Pebruari 2026.

Selain permukiman, banjir juga memutus akses transportasi. Sejumlah ruas jalan kabupaten yang menghubungkan antarkampung di Kecamatan Negeri Agung sempat terisolasi.

Kondisi serupa terjadi di Jembatan Way Neki, Kecamatan Baradatu, yang terendam genangan air cukup tinggi. Tak hanya infrastruktur fisik, sektor pertanian juga terpukul.

Luapan Sungai Way Besay dan Sungai Way Umpu merendam lahan perladangan milik masyarakat di empat kecamatan sekaligus. Yakni, Kecamatan Banjit, Kecamatan Kasui, Kecamatan Blambangan Umpu, Kecamatan Umpu Semenguk

Sementara itu, bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di Kampung Bali Sadhar Tengah. Meski tidak ada laporan korban jiwa, material longsor menyebabkan kerusakan serius pada saluran irigasi warga.

Menanggapi situasi ini, BPBD Way Kanan bersama personel TNI-Polri, Pemerintah Kampung, dan relawan organisasi kemasyarakatan telah bersiaga di lokasi-lokasi terdampak. Tim gabungan melakukan pengamanan wilayah serta menyiapkan skenario evakuasi darurat jika debit air kembali meningkat.

“Kami sudah turun langsung ke lapangan untuk memastikan keselamatan warga. Memetakan kebutuhan mendesak di titik-titik pengungsian sementara,” kata Sufrianto.

Mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan curah hujan di Way Kanan masih cukup tinggi, warga di sepanjang aliran sungai besar diimbau waspada. “Kami mengimbau seluruh masyarakat tetap waspada dan menghindari aktivitas di sekitar sungai,” ujarnya.

Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan cuaca dan kebencanaan melalui kanal BPBD atau BMKG. Serta segera melapor kepada petugas setempat jika terjadi kondisi darurat.

“Kami berharap cuaca segera membaik. Agar aktivitas masyarakat kembali normal dan tidak ada bencana susulan yang membahayakan,” kata Sufrianto.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....