Jalur Gayo Lues–Aceh Tenggara Mulai Pulih Pascalongsor

  • 02 Feb 2026 21:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Aceh Tenggara - Pemerintah terus mempercepat rehabilitasi jalur lintas yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tenggara. Ini setelah sejumlah ruas jalan sempat terputus akibat banjir dan tanah longsor.

Jalur tersebut kini dipastikan telah aman dilalui kendaraan. Meski di beberapa titik masih terlihat sisa material banjir dan longsoran tanah di badan jalan.

Untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan, sejumlah alat berat dan petugas disiagakan di berbagai lokasi terdampak. Salah satu titik prioritas berada di dekat kawasan wisata Lawe Gurah, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, yang sebelumnya tertutup material longsor.

Pengawas Pelaksana Lapangan dari PT Hutama Karya (HK), Rizky Renaldi, mengatakan pihaknya saat ini membuka jalur alternatif secara memutar. Yakni, melalui kawasan wisata Lawe Gurah agar kendaraan tetap dapat melintas.

“Di sini yang kami lakukan memperbaiki akses, di mana akses sebelumnya berada di sebelah tebing yang membahayakan. Jadi, kita alihkan aksesnya untuk kemudian kita perbaiki,” ujar Rizky di Aceh Tenggara, Senin 2 Februari 2026.

Menurutnya, pengalihan ruas jalan sepanjang kurang lebih 100 meter tersebut dilakukan dengan bantuan alat berat berupa ekskavator dan vibro roller. Pekerjaan ditargetkan rampung secepat mungkin agar masyarakat dapat kembali menggunakan jalan dengan aman dan nyaman.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pemerintah terus mempercepat pemulihan infrastruktur di berbagai wilayah Sumatra dan Aceh. Ia menyebutkan pembukaan akses jalan menjadi prioritas utama agar distribusi bantuan dan mobilisasi peralatan dapat berjalan lancar.

Meskipun, diakuinya, kondisi di lapangan masih cukup menantang. “Prioritas pertama adalah membuka akses jalan agar seluruh bantuan dan peralatan dapat masuk dengan aman," katanya.

"Kementerian PU akan terus menambah dukungan alat berat dan personel sesuai kebutuhan. Serta bekerja erat dengan BPBD dan pemerintah daerah agar penanganan berlangsung efektif,” kata Dody menambahkan.

Berdasarkan data Kementerian PU, terdapat 46 titik longsor dan 34 titik banjir yang berdampak pada 35 ruas jalan nasional. Serta menyebabkan 14 jembatan putus di Provinsi Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....