Cegah Gangguan Irigasi, Normalisasi Sungai Air Dingin Dipercepat

  • 30 Jan 2026 22:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Padang – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau percepatan normalisasi Sungai Air Dingin pascabanjir di Kota Padang, Sumatra Barat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terhentinya irigasi dan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak.

Menteri Dody meminta penanganan darurat dilakukan tanpa jeda agar dampak banjir tidak meluas. Ia menilai lambannya normalisasi berpotensi dapat mengganggu sektor pertanian dan suplai air bersih warga.

“Normalisasi sungainya kita percepat. Saya sampaikan kepada Kepala BWS Sumatera V, kalau memang diperlukan, minta tolong ke penyedia jasa untuk bekerja 24 jam,” ucap Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 Januari 2026.

Selain percepatan teknis, Dody juga menekankan keterlibatan masyarakat melalui program padat karya. Kebijakan itu bertujuan menjaga mata pencaharian warga agar tidak terputus akibat bencana.

“Arahan Presiden Prabowo jelas, ekonomi masyarakat terdampak tidak boleh ikut putus. Makanya saya minta tim untuk memikirkan bagaimana supaya ada program padat karya, dapat mulai dilaksanakan pada tahapan pemasangan bronjong,” ujarnya.

Hingga kini, perbaikan alur sungai telah mencapai 2.439 meter dan perkuatan tebing sepanjang 1.916 meter. Pengerjaan ini difokuskan melindungi Bendung Koto Tuo dari sedimen dan debris kayu.

Penanganan darurat tersebut juga dilengkapi desain sand pocket dan groundsill untuk mengendalikan aliran sungai. Konsep ini diterapkan untuk menjaga stabilitas dasar sungai sekaligus menekan risiko kerusakan lanjutan.

Menteri Dody juga menegaskan irigasi menjadi prioritas menjelang musim tanam di kawasan terdampak. Ia menyebut, sekitar 700 hektare sawah bergantung pada suplai air Sungai Air Dingin ini.

“Sudah menjadi kewajiban Kementerian PU untuk menyiapkan air irigasi. Saya tidak mau sawah yang masih produktif kekurangan air atau malah tidak ada air saat musim tanam,” katanya.

Saat ini, air telah dialirkan menggunakan pompa sementara untuk memulihkan pasokan irigasi dan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak. Menurut Menteri PU langkah ini dilakukan agar sawah tetap terairi sekaligus memastikan ketersediaan air bersih bagi warga berjalan normal.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V Padang Naryo Widodo menyebut penanganan darurat ditargetkan rampung tiga bulan. Ia mengatakan dukungan alat berat dan stok material telah disiagakan di lapangan.

“Penanganan tanggap darurat ini diharapkan dapat segera memulihkan fungsi sungai. Serta menjamin suplai air irigasi dan air bersih bagi masyarakat, juga mengurangi risiko banjir susulan di wilayah Sungai Air Dingin,” kata Naryo.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....