BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi Perairan Sumatra Utara
- 30 Jan 2026 14:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Medan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi. Nelayan dan pemangku kepentingan diminta meningkatkan kewaspadaan di sejumlah perairan Sumatra Utara.
Potensi gelombang tinggi diprakirakan terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan aktivitas pelayaran.
“Waspadai potensi gelombang laut yang dapat mencapai ketinggian 1,25. Hingga 2,5 meter,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizky Ramadhan.
Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Di antaranya perairan timur dan barat Kepulauan Nias.
Selain itu, potensi gelombang tinggi juga terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias. Wilayah perairan barat Kepulauan Batu turut masuk dalam zona waspada.
BMKG menegaskan kondisi ini berisiko bagi keselamatan pelayaran. Terutama bagi perahu nelayan yang beroperasi di perairan terbuka.
Perahu nelayan diminta waspada saat kecepatan angin mencapai 15 knot. Risiko meningkat ketika tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang juga diimbau meningkatkan kewaspadaan. Ancaman keselamatan muncul saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter.
Rizky menjelaskan peningkatan gelombang dipicu oleh bibit Siklon Tropis 985. Sistem ini terpantau berada di Samudra Hindia selatan Jawa Barat.
Bibit siklon tersebut berada pada 12,5 derajat Lintang Selatan dan 106,7 derajat Bujur Timur. Kondisi ini memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara hingga timur laut. Kecepatan angin berkisar antara 6 hingga 20 knot.
Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan angin bergerak dari barat hingga barat laut. Kecepatan angin di wilayah ini berkisar antara 8 hingga 30 knot.
BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa Barat. Kondisi ini turut berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....