Hutama Karya Rampungkan Huntara Tahap 2 Aceh Timur

  • 29 Jan 2026 10:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Aceh Timur – PT Hutama Karya merampungkan pembangunan hunian sementara (Huntara) tahap dua di Kabupaten Aceh Timur. Sebanyak 35 unit di Desa Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim dan 10 unit di Desa Seumatang, Kecamatan Julok Ulim.

Huntara dilengkapi fasilitas penunjang berupa toilet terpisah pria dan wanita, dapur umum, area mencuci dan ruang komunal. Selain itu, Huntara juga dilengkapi area bermain anak guna menunjang kenyamanan selama masa hunian.

Penyediaan Huntara bagi penyintas banjir bandang dan tanah longsor ini merupakan hasil sinergi lintas pemangku kepentingan. Semua di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia melalui program BUMN Peduli.

Dukungan turut diberikan oleh PT PLN (Persero) dalam penyediaan kelistrikan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk konektivitas komunikasi. Sementara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, mendukung dari sisi administrasi, koordinasi wilayah, dan penyaluran kepada masyarakat

Peresmian Huntara Simpang Ulim dilakukan oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky pada Jumat, 24 Januari 2026. Ditandai dengan prosesi gunting pita dan penyerahan simbolis kunci hunian kepada penyintas.

Perwakilan warga, Asma, menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat pemerintah dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Dalam menyediakan tempat tinggal yang memadai bagi para penyintas.

“Kami berterima kasih karena sebelumnya kami harus tidur di tenda pengungsian dengan kondisi seadanya. Saat ini, kami sudah bisa menginap dengan lebih tenang dan nyaman di bangunan yang jauh lebih layak,” ujar Asma

Keterlibatan Hutama Karya pada pembangunan Huntara Simpang Ulim mencakup pelaksanaan konstruksi hunian beserta fasilitas pendukungnya. Pembangunan ini dirancang sebagai tahap transisi menuju hunian permanen, sehingga pemerintah dan para pemangku kepentingan memiliki waktu yang memadai.

"Sepanjang proses pelaksanaan, Hutama Karya menerapkan standar mutu konstruksi, pengawasan teknis yang terukur, serta prinsip keselamatan dan kesehatan kerja. Guna memastikan hunian dapat digunakan secara aman, nyaman, dan optimal oleh masyarakat," kata Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, dalam keterangan resmi yang diterima RRI.CO.ID, Kamis 29 Januari 2026.

Pembangunan Huntara Simpang Ulim mencakup penanganan akses jalan yang sempat terputus akibat jebolnya tanggul. Pada tahap awal pekerjaan, pembersihan lahan di area perkebunan eksisting, serta penataan lingkungan hunian.

Pada puncak pelaksanaan, proyek ini melibatkan hingga 172 tenaga kerja, termasuk partisipasi tenaga kerja lokal. Hal itu guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar mutu dan kebutuhan di lapangan.

Pemilihan lokasi Huntara mempertimbangkan kedekatan dengan fasilitas umum dasar, seperti layanan kesehatan, sarana pendidikan, dan pusat aktivitas masyarakat. Dengan demikian, warga terdampak tetap dapat menjalankan kegiatan sehari-hari, mempertahankan interaksi sosial, serta melanjutkan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....