Sekolah Rakyat Terintegrasi di Medan Rampung, Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

  • 05 Jul 2026 09:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahap II di Kota Medan dengan progres fisik mencapai 100 persen
  • Fasilitas pendidikan tersebut siap digunakan menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027
  • Sekolah berkapasitas 1.080 siswa ini dilengkapi fasilitas pendidikan, asrama, laboratorium, serta sarana penunjang pembelajaran modern

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahap II di Kota Medan, Sumatra Utara. Fasilitas pendidikan tersebut telah mencapai progres fisik 100 persen pada awal Juli 2026.

Sekolah Rakyat Terintegrasi ini sudah mulai dapat difungsikan menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027. Pembangunan tersebut merupakan bagian upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat mencerminkan komitmen pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, program tersebut juga mendukung implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto pada sektor pendidikan.

"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun cepat dan berkualitas untuk dimanfaatkan masyarakat mendukung pemerataan akses pendidikan," kata Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip, Minggu, 5 Juli 2026.

Sebagai informasi, sekolah tersebut berdiri di atas lahan seluas 6,01 hektare milik Pemerintah Kota Medan. Lokasinya berada di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Sumatra Utara.

Pembangunan sekolah ini melibatkan sekitar 900 tenaga kerja selama proses pelaksanaan konstruksi berlangsung. Proyek tersebut dikerjakan PT Nindya Karya bersama PT FYP melalui skema kerja sama operasi (KSO).

Pembangunan dilaksanakan selama 200 hari kerja dengan masa pemeliharaan selama 150 hari. Adapun anggaran proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025–2026 senilai Rp258 miliar.

Kompleks Sekolah Rakyat ini juga dilengkapi fasilitas gedung pembelajaran untuk jenjang SD, SMP, dan SMA secara terpadu. Fasilitas lainnya meliputi asrama siswa, laboratorium, rusun guru, gedung serbaguna, masjid, dan guest house.

Kementerian PU juga melengkapi kawasan sekolah dengan kantin, dapur, instalasi pengolahan limbah, serta instalasi air bersih. Selain itu, tersedia juga sistem CCTV, lapangan upacara, lapangan mini soccer, dan lapangan basket.

Sekolah Rakyat Terintegrasi Medan dirancang menampung sekitar 1.080 siswa dari tiga jenjang pendidikan. Kapasitas tersebut terdiri atas 540 siswa SD serta masing-masing 270 siswa SMP dan SMA.

Setiap ruang kelas dirancang menampung maksimal 30 siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran. Pemerintah berharap kondisi tersebut mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....