Pemprov DKI Tangani 1.383 Titik Jalan Berlubang
- 29 Jan 2026 02:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemprov DKI mencatat, ada 1.383 titik jalan berlubang di seluruh wilayah Jakarta hingga, 21 Januari 2026. Jalanan tersebut ditangani secara bertahap oleh Satuan Pelaksana (Satpel) Bina Marga di tingkat kecamatan, suku dinas, hingga dinas.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny mengatakan, pendataan terhadap jumlah titik kerusakan jalan masih terus berlangsung. Jumlah tersebut berpotensi mengalami pembaruan, seiring proses verifikasi di lapangan.
“Pendataan terhadap jumlah titik kerusakan jalan masih terus dilakukan dan dapat mengalami pembaruan. Ini seiring proses verifikasi di lapangan,” ujar Siti di Jakarta, Rabu 28 Januari 2026
Ia menjelaskan, Dinas Bina Marga telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan. Satpel Bina Marga di kecamatan, suku dinas, serta satuan tugas pasukan kuning dikerahkan untuk melakukan pemantauan intensif.
Setiap temuan jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengendara langsung ditangani. Namun, penanganan saat ini masih bersifat sementara dan darurat, mengingat kondisi cuaca yang belum menentu.
“Penambalan dilakukan menyesuaikan kondisi cuaca. Saat ini sifatnya sementara agar tidak menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” katanya.
Siti memastikan, perbaikan permanen akan dilakukan menggunakan aspal hotmix setelah cuaca lebih mendukung. Penggunaan hotmix dinilainya lebih efektif untuk perawatan jangka panjang, dan mampu meningkatkan ketahanan jalan terhadap cuaca ekstrem.
“Penggunaan hotmix efektif untuk perawatan jangka panjang dan diharapkan mampu mengurangi potensi kerusakan kembali akibat cuaca ekstrem,” ujarnya. Ia menambahkan, penanganan pasca cuaca ekstrem dilakukan secara menyeluruh di lima kota administrasi DKI Jakarta.
Perbaikan mencakup jalan lingkungan, jalan provinsi, hingga ruas jalan utama. Sebelumnya, Gubernur DKI Pramono Anung menjelaskan alasan belum dilakukannya perbaikan permanen terhadap jalan rusak atau berlubang di sejumlah titik.
Menurutnya, tingginya curah hujan hingga awal Februari menjadi pertimbangan utama. “Kalau kita lakukan sekarang pasti satu-dua hari akan terkelupas kembali,” ujar Pramono.
Ia mencontohkan kondisi jalan di kawasan Gatot Subroto yang membutuhkan penanganan lebih dari sekadar penambalan. Perbaikan menyeluruh dengan pelapisan aspal baru dinilai lebih efektif, meski memerlukan waktu lebih lama.
“Bukan hanya menambal, tetapi membuat aspal yang baru. Dan itu perlu waktu,” katanya.
Pramono menegaskan, setelah cuaca membaik, pihaknya akan segera meminta Dinas Bina Marga melakukan perbaikan jalan-jalan rusak di Jakarta. Ia memastikan, anggaran perbaikan tidak menjadi kendala sehingga penanganan dapat segera dilakukan setelah kondisi cuaca ekstrem berlalu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....