PU Pastikan Ruas Lembah Anai Kembali Berfungsi Pascabencana
- 29 Jan 2026 00:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan ruas Lembah Anai, Sumatra Barat kembali berfungsi, pascabencana hidrometeorologi November 2025. Penanganan dilakukan untuk menjaga konektivitas masyarakat dan meningkatkan ketahanan infrastruktur di kawasan rawan bencana.
Menteri PU, Dody Hanggodo menyampaikan, ruas Lembah Anai telah kembali berfungsi sejak 16 Desember 2025. Namun, jalan tersebut masih dioperasikan terbatas dengan pengaturan waktu selama pekerjaan pengamanan lereng dan perbaikan konstruksi berlangsung.
Ia mengatakan, fokus saat ini memastikan ruas Lembah Anai dapat berfungsi secara optimal, terutama menjelang arus mudik Lebaran. Dody menargetkan ruas Lembah Anai dapat beroperasi penuh 24 jam pada H-7 Lebaran.
“Tidak seperti, saat ini yang hanya beroperasi mulai jam 5 sore hingga jam 8 pagi. Nanti saat H-7 Lebaran, semua alat berat harus keluar supaya bisa berfungsi 24 jam,” kata Dody dalam keterangan tertulis yang diterima rri.co.id, Rabu, 28 Januari 2026.
Penanganan permanen Lembah Anai ditargetkan rampung pada Juli 2026 dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan karakter wilayah. Kementerian PU menyiapkan rencana jangka panjang berupa pembangunan jalan tol alternatif melalui terowongan yang melintasi kawasan bukit.
“Target permanen kita Juli 2026. Setelah itu, kita mulai menyiapkan rencana jalan tol melalui tunnel yang menembus bukit di kawasan ini,” ucapnya.
Dody menekankan, pembangunan terowongan menjadi kebutuhan mendesak. Ia menilai, ruas tersebut merupakan salah satu jalur terpadat dan paling rawan bencana di Sumatra Barat.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita harus menyiapkan tambahan jalan, agar manakala jalan ini bermasalah, masih ada ruas alternatifnya. Rencana pembangunan terowongan ini sebenarnya sudah lama, sejak 2017, dan sudah pernah dikaji oleh JICA,” ujarnya.
Dia juga mengatakan bukit yang berada di Lembah Anai tersebut dinilai layak berdasarkan studi teknis. “Dan dari kajian tersebut (JICA), bukit ini dinyatakan kuat untuk menahan traffic lalu lintas,” ucapnya.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menegaskan, ruas Lembah Anai dan Malalak merupakan urat nadi perekonomian Sumatra Barat. Sehingga, penting untuk memastikan konektivitas masyarakat berjalan dengan lancar.
Ia juga mendorong pembangunan jalan tol sebagai solusi strategis untuk menjamin konektivitas masyarakat di masa mendatang. Sebab, ia menilai kawasan Lembah Anai hampir setiap tahun terkena bencana.
“Kami mendorong pembangunan jalan tol sebagai alternatif dari Sicincin menuju Bukittinggi yang akan melewati tunnel di dalam bukit ini. Insyaallah akhir 2026 pembangunannya akan dimulai oleh Kementerian PU,” ucap Andre.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....