Wagub Jateng Tinjau Banjir Bandang, Dorong Hutan Lindung

  • 27 Jan 2026 12:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

 RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau lokasi terparah banjir bandang. Peninjauan dilakukan di lereng Gunung Slamet, Pemalang, Minggu 25 Januari 2026.

Kunjungan difokuskan di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Tujuannya melihat kondisi sekaligus penguatan hutan lindung pascabencana.

Hujan ekstrem mengguyur Kabupaten Pemalang dan menyebabkan banjir meluas. Sejumlah sungai meluap sejak Jumat malam 13 Januari 2026.

Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga. Banjir bandang terjadi setelah hujan intensitas tinggi berjam-jam.

Pantauan menunjukkan rumah warga bantaran Kali Penakir mengalami kerusakan. Kerusakan diperparah material kayu dan puing terbawa arus deras.

Taj Yasin mendapati banyak pohon tercabut dengan akar masih segar. Temuan itu mengindikasikan tercabut akibat arus banjir sangat kuat.

Menurutnya, kejadian tersebut bukan karena aktivitas penebangan. “Kalau melihat akarnya masih segar, itu karena tergerus derasnya arus,” katanya.

Wagub mengingatkan kawasan lereng Slamet pernah terbakar besar pada 2017. Sisa material kebakaran diduga terbawa arus dan memperparah dampak.

Pemprov Jawa Tengah merencanakan pemetaan lanjutan di kawasan hulu. Langkah tersebut terkendala cuaca sehingga pemantauan drone belum memungkinkan.

Pengawas lapangan juga belum dapat diturunkan ke lokasi. “Kita lihat situasi dulu, karena masih mendung dan gelap,” ujarnya

Taj Yasin akan mengusulkan penguatan hutan lindung kepada pemerintah pusat. Pengelolaan kuat dinilai kunci pencegahan bencana serupa mendatang.

Korban banjir masih trauma, Pemprov mengoptimalkan pemulihan psikologis dan fisik. “Rumah masih kotor, yang penting saya selamat,” ujar Supinah, Minggu 25 Januari 2026. (Fatimah Azzahra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....