Pemprov Banten Siapkan Rp35 Miliar untuk Normalisasi DAS Tangerang Raya

  • 26 Jan 2026 23:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah Provinsi Banten berencana mengintervensi banjir yang melanda wilayah Tangerang Raya ke depannya melalui program penanggulangan bencana. Untuk itu, di tahun ini digulirkan anggaran Rp35 miliar untuk menormalisasi daerah aliran sungai (DAS).

Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan mengatakan usai rapat koordinasi antarpemerintah daerah besok langsung dilakukan survei. Observasi salah satunya ke Sungai Cirarab di Kutabumi yang melintasi dari Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.

Arlan mengatakan survei dilakukan untuk melihat titik mana yang masih atau tidak direndam banjir. Pihaknya kemarin sudah melakukan survei ke Bendungan Sarakan di Sukadiri, Kabupaten Tangerang.

"Kondisinya normal, ini yang banjir malah hulu. Berarti ada sumbatan," ujarnya di Tangerang Selatan, Senin 26 Januari 2026.

Menurutnya, intervensi dalam menormalisasi yang dilakukan berupa pengerukan sendimen lumpur serta pembangunan turap. Hasil dari survei dapat diputuskan titik lokasi mana saja yang darurat untuk segera dilakukan normalisasi.

"Kalau sekarang kan kita anggarannya gelondongan. Nanti kita tentukan lokasi-lokasi yang prioritas, yang menjadi sumbatan, karena kalau semuanya kan ya pasti kurang," ucap Arlan.

Diketahui, penyempitan dan maraknya bangunan melanggar daerah aliran sungai (DAS) penyebab banjir yang melanda wilayah Banten dan Tangerang Raya. Hal tersebut berdasarkan hasil evaluasi Gubernur Banten dan bupati/wali kota se-Tangerang Raya.

"Hari ini kami melakukan rapat koordinasi terkait dengan evaluasi mengenai banjir yang melanda Provinsi Banten. Khususnya yang terdampak paling parah adalah Tangerang Raya beberapa hari ini," ujar Gubernur Banten, Andra Soni, Senin, 26 Januari 2026.

Andra mengaku dalam pembahasan pihaknya mencoba mengkoordinasikan upaya-upaya yang akan dilakukan pascabanjir. Agar di tahun-tahun ke depan permasalahan banjir ini bisa dimitigasi.

"Kita tidak menyalahkan posisi air atau debit hujan yang luar biasa tinggi daripada biasanya. Tetapi kita justru berusaha bersama-sama mencari solusi apa yang harus dilakukan oleh kita semua," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....