Wagub Pastikan Pencarian Korban Longsor Dilakukan Maksimal

  • 26 Jan 2026 11:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, hingga saat ini upaya pencarian korban longsor yang belum ditemukan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus dilakukan. Pencarian korban melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, hingga relawan.

“Saat ini kami terus bekerja, semua unsur turun ke lapangan untuk mencari korban yang masih belum ditemukan. Insyaallah, dengan cuaca yang mendukung, pencarian bisa dilanjutkan secara maksimal,” ujar Erwan saat meninjau langsung lokasi terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Minggu 25 Januari 2026.

Selain penanganan darurat, Erwan menegaskan komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat untuk menindak tegas pelanggaran alih fungsi lahan. Hal ini diduga menjadi salah satu penyebab longsor di Desa Pasirlangu.

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan lahan Perhutani. Di mana seharusnya berfungsi sebagai hutan, bukan untuk aktivitas pertanian.

"Ini lahan hutan, bukan lahan pertanian. Kita akan kembalikan hijau, kita kembalikan sesuai fungsinya, yaitu hutan,” ucapnya, tegas.

Terkait warga terdampak, Erwan memastikan, pemerintah akan segera menyiapkan relokasi ke lokasi yang benar-benar aman. Penentuan lokasi relokasi akan dilakukan melalui kajian bersama berbagai pihak.

“Relokasi tidak boleh ke tempat yang berisiko lagi. Kami akan menentukan lokasi yang aman dan tidak terlalu jauh dari lingkungan hidup warga. Keselamatan menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Pemda Provinsi Jawa Barat juga mengapresiasi peran seluruh pihak yang terus memberikan dukungan kepada para warga terdampak. Termasuk terkait layanan pemulihan trauma bagi warga yang terdampak secara psikologis akibat longsor.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Ia menekankan pentingnya penyediaan hunian sementara maupun hunian tetap bagi warga terdampak agar tidak terlalu lama berada di pengungsian.

“Kalau bisa langsung hunian tetap, itu lebih baik. Namun jika membutuhkan waktu, hunian sementara sangat penting agar warga bisa kembali hidup normal bersama keluarganya dan mengurangi tekanan psikologis,” ujar Pratikno.

Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya sebatas pemulihan kondisi semula, tetapi harus menjadi momentum untuk membangun daerah yang lebih tangguh. Baik dari sisi lingkungan, ekonomi, pendidikan, maupun infrastruktur.

“Bencana ini harus menjadi pelajaran. Kita tidak hanya membangun kembali, tetapi membangun kembali dengan lebih baik dan lebih aman,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....