Curah Hujan Tinggi dan Risiko Longsor Bandung Raya

  • 25 Jan 2026 23:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

Curah hujan lebat meningkatkan risiko longsor di wilayah Bandung Raya dengan kondisi topografi lereng yang relatif curam. Kondisi tersebut membutuhkan kewaspadaan tinggi terhadap permukiman masyarakat yang berkembang di kawasan rawan longsor.

Pembangunan di lahan berisiko bencana mendorong lembaga teknis memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah terkait mitigasi risiko jangka panjang. Rekomendasi tersebut disusun berdasarkan kajian badan geologi sebagai dasar pengambilan kebijakan penanganan wilayah rawan bencana.

“Rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk daerah-daerah yang berisiko terhadap sebuah bencana. Agar kawasan yang berisi bahaya di suatu daerah tidak ditangguhkan, dan dapat disampaikan kepada pemerintah-pemerintah daerah itu,” ujar Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari saat siaran RRI Pro 3 Minggu 25 Januari 2026.

Ia menegaskan pelemahan pengawasan tata ruang turut memperbesar risiko ketika pembangunan berlangsung di lereng dan perbukitan tanpa kajian mitigasi memadai. Banyak masyarakat membangun rumah tanpa mengetahui karakter tanah serta potensi bahaya di sekitarnya akibat minimnya informasi kebencanaan lokal.

Selain itu Dr. Ir. Denny Zulkaidi menilai kawasan Bandung Utara umumnya berada di ketinggian sekitar 120 meter, dengan ketinggian desa disana 30-40 meter. Sebagian wilayahnya memiliki kemiringan lereng yang cukup signifikan, bahkan mencapai puluhan persen dan tergolong rawan bencana.

“Kalau melihat kondisi geologi, 25 persen di wilayah utara bisa mencapai sekitar 60 persen. Tidak hanya di Bandung Utara, wilayah selatan juga memiliki tingkat kerawanan, meski fokus kajian lebih besar di utara,” ujarnya.

Pemerintah daerah bersama lembaga teknis telah menyusun rekomendasi kawasan rawan sebagai dasar mitigasi bencana longsor hidrometeorologi. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi rujukan edukasi masyarakat dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana longsor saat hujan ekstrem kembali terjadi. (Fatimah Azzahra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....